Tren BIM 2021

tren bim 2021 - archilantis open bim community

Tren BIM 2021

Tren BIM 2021 | Tahun 2021, akan segera memasuki bulan ke-3, dan tidak terasa kita hampir menyelesaikan perjalanan di bulan Februari pada tahun yang penuh tantangan ini. Pandemik Covid-19 yang masih belum mereda dan menerpa hampir di semua sektor, termasuk juga dunia konstruksi, khususnya di Indonesia.

Pemerintah, selain berjuang untuk melawan pandemik ini juga berusaha untuk menarik lokomotif ekonomi untuk tetap bergerak agar dapat menarik gerbong-gerbong di belakangnya, termasuk juga menggenjot pembangunan infrastruktur sebagai bagian sarana penggerak ekonomi.

Proses digitalisasi dan juga kolaborasi secara daring / online menemukan momentumnya ketika mulai diberlakukan pembatasan-pembatasan secara sosial demi melawan penularan virus Covid-19, khususnya dalam dunia konstruksi, termasuk di Indonesia pada tahun 2020 yang baru saja berlalu.

Ini juga memberikan momentum serta menjadi solusi akan hal ini, untuk BIM. Dengan segala keunggulan, efisiensi dan efektifitasnya, setelah sebelumnya juga didorong oleh keluarnya Permen PU No.22 tahun 2018.

Hampir seketika itu juga pembahasan dan pembicaraan tentang BIM di forum-forum serta ruang publik makin menghangat dan menjadi topik utama. Eskalasinya semakin meningkat ketika datang gelombang pandemi virus Corona / Covid-19.

Semua seakan berlomba dan berpacu untuk mulai dan menjadi yang terdepan dalam BIM, baik implementasi dan pemanfaatannya maupun riset mengenai BIM yang semakin menggeliat.

Apa saja Tren BIM 2021 ?

OpenBIM menjadi salah satu tren BIM 2021, penerapan BIM memasuki level 2 dan sebagian mulai menuju level 3. Kemudian terbaru adalah penerapan ISO 19650 sebagai protokol atau standar global yang diadopsi dari standar british (BS).

Tanpa ragu juga kita dapat menyebutkan bahwa tahun 2020 adalah tahun dimana Video Conference menjadi tren yang luar biasa, dari mulai anak sekolah, akademisi, profesional dan pemerintah, rapat perusahaan, seminar, hingga penonton pertandingan di stadion atau sirkuit. Semua memanfaatkan teknologi Video Conference.

Banyak sekali milestone yang dicapai pada masa penuh tantangan ini. Lalu, bagaimana dengan tahun ini? Apa yang akan dicapai oleh BIM dan dinantikan bagi para stakeholder BIM di tahun 2021, di mana tahun ini juga diperkirakan menjadi tahun yang tidak lebih mudah dari tahun 2020, bahkan lebih banyak tantangannya ?

Beberapa hal yang akan menjadi tren ke depan serta hal dan inovasi yang ditunggu / dinantikan oleh banyak penggiat, profesional dan akademisi mengenai BIM di tahun 2021 ini diantaranya adalah mengenai Digital Twins, VR (Virtual Reality) dan juga Digital Library yang termasuk di dalamnya adalah BIM Object, serta masih banyak hal lainnya.

Virtual Reality (VR), akibat dari pembatasan-pembatasan secara sosial dalam rangka mencegah dan melawan penyebaran Virus Covid-19 tahun lalu, dan juga masih berlangsung hingga kini.

Kebutuhan untuk berinteraksi dalam berkolaborasi dan juga melakukan koordinasi dalam mengerjakan sebuah proyek, menjadi sebuah keharusan untuk mencarikan sebuah solusi untuk mengatasi hal tersebut. Dunia Maya atau Virtual Reality adalah jawabannya.

Namun, muncul tantangan terbesar dalam pemanfaatan teknologi ini, yaitu bagaimana caranya untuk “memindahkan” segala sesuatu yang sebelumnya ada dan dilakukan di dunia nyata ke dunia maya.

Bagaimana caranya untuk berkomentar, membuat isu, mendeteksi terjadinya benturan hingga berkolaborasi secara aktif dan menyatukan banyak anggota tim dari banyak tempat dan wilayah yang berjauhan untuk kemudian bertemu dan berkolaborasi serta menyatu sebagai bagian dari tim yang dibawa kepada sebuah model yang kemudian didiskusikan berkaitan masalah desain dan lain sebagainya berkaitan dengan proyek tersebut dari rumah-rumah mereka, tanpa harus bertemu secara fisik.

Vrex adalah salah satu sarana dan platform terbaik untuk melakukan hal-hal luar biasa tersebut, dan sangat memudahkan.

Berikutnya adalah mengenai digital library atau pustaka digital dengan kebutuhan detail tingkat tinggi yang semakin meningkat, baik untuk keperluan otomasi aktivitas pada Industri hilir maupun juga kebutuhan desain.

Ini penting karena juga memudahkan dalam pengambilan keputusan, disebabkan oleh informasi yang disampaikan sudah mencukupi dari object atau library yang digunakan, karena tingkat detailnya tersebut sehingga klien akan lebih mudah memahami dan tidak memerlukan pengetahuan teknis tertentu untuk paham dan mengambil keputusan. Sudah banyak owner mengambil program dan pendekatan ini.

Inovasi-inovasi yang dilakukan dalam tahap desain terutama penggunaan digital library (BIM Object) akan menjadi kunci yang akan membuka inovasi juga di tempat yang lain.

BIM Object atau digital library ini dapat difungsikan atau memiliki fungsi lain menjadi sarana marketing bagi para vendors dalam memberikan informasi lebih detail dan komprehensif bagi para perancang dan juga engineer yang sedang menyelesaikan proyek yang mereka kerjakan dan memberikan efisiensi serta efektifitas yang baik dalam proses yang dikerjakan.

Digital Twins, sebenarnya digital twins ini juga sudah sangat ramai dibicarakan dan didiskusikan pada tahun 2020 lalu.

Banyak institusi profesional dan akademisi terlibat dan berperan aktif untuk mendefinisikan dan memahami serta mewujudkannya. Namun, muncul juga kekhawatiran bahwa ini ditampilkan sebagai BIM baru yang lebih menarik terutama oleh Vendor perangkat lunak, padahal tidak.

Karena banyak diskusi mengenai Digital Twins yang lebih banyak menyinggung kepada manajemen Informasi tetapi masih belum bisa untuk menegaskan kembali bahwa, seperti dengan BIM, kita harus berurusan dengan banyak ahli yang bekerja sama dan berkolaborasi dalam industri yang sangat terfragmentasi untuk menghasilkan common knowledge tentang aset fisik.

Ini adalah sesuatu yang menjadi prioritas dan didahulukan dari segala aspek simulasi, analisis, dan manipulasi waktu nyata dari si kembar digital.

Konteksnya masih sosio-teknis dan isu-isu seperti pengadaan dan bagaimana model bisnis konstruksi diatur masih relevan karena kita tidak boleh melupakan semua poin yang sebelumnya diangkat tentang kolaborasi multidisiplin dalam inovasi dan pembuatan model digital dalam BIM.

Kemudian terakhir dan yang tidak kalah penting yang mungkin akan kita nantikan perkembangannya, studi kasus dan juga liputan serta penerapannya di tahun 2021 ini adalah teknologi IoT atau Internet of Things sebagai pengembangan Digital Twins dengan penggunaan banyak sensor. Ini juga akan berpengaruh juga terhadap perencanaan kota lebih lanjut.

Sebenarnya masih banyak tren BIM yang diprediksikan akan hadir di tahun 2021 ini, namun belum dapat dibahas dan akan kita kupas lagi di waktu yang akan datang.

Ingin mengetahui lebih lanjut dan lebih jelas serta berkonsultasi mengenai BIM dan implementasinya pada proyek-proyek anda? silahkan hubungi +6281513322013 / sales@kobimandiriperkasa.com