Informasi & Berita

Tips Memilih Hardware untuk BIM

Tips Memilih Hardware untuk BIM

Hardware untuk BIM | Beberapa waktu lalu, telah dikupas dan juga sedikit membedah beberapa hardware (komputer) untuk mendukung kinerja dan juga operasional dalam nge-BIM. Kemudian, muncul pertanyaan : bagaimana tips dan trik untuk memilih hardware yang tepat, tidak overkill dan juga tidak under spec, sehingga proses nge-BIM para BIM-ers tidak terganggu dan lancar Jaya?

Yuk kita simak bersama.

Kebutuhan Pekerjaan dan Kebutuhan Minimal Author Platform

Kebutuhan Pekerjaan dan Kebutuhan Minimal Author Platform - archilantis - computer hardwareApa yang dimaksud dengan kebutuhan minimal author platform dan kebutuhan pekerjaan?

Ketika kita hijrah untuk menggunakan BIM ataupun kita sedang berniat mengupgrade senjata (hardware) kita untuk mengoperasikan platform BIM yang kita miliki, penting untuk diperhatikan tentang minimal kebutuhan perangkat untuk menjalankan platform BIM yang mita miliki atau yang ingin kita gunakan.

Seberapa besar dan kompleksnya pekerjaan atau project yang akan kita lakukan, misalnya kebutuhan minimalnya adalah Intel i3, tapi pekerjaan / project yang akan dikerjakan ternyata kompleksitasnya tinggi dan speed pekerjaannya juga tinggi plus deadline rapat-rapat, tidak bisa kita pakai spesifikasi minimal yang terdapat di manual atau box yang menyertai pembelian lisensi platform BIM-nya.

Begitu juga sebaliknya, jangan pula sampai overkill. Projectnya sederhana tapi spesifikasi tinggi, kecuali, ada kecualinya nih, yaitu kecuali project sederhananya untuk “belajar”, sebelum benar-benar masuk project yang sebenarnya dan juga komplekstisitas tinggi.

Jangan lupa, terkadang kita tidak hanya mengerjakan proses BIM, tapi juga mengerjakan proses lain yang mendukung proses BIM yang Kita lakukan seperti video dan foto editing, administrasi, membuat materi presentasi, dan lain sebagainya. Itu juga harus diperhatikan dan juga harus dikompromikan.

Seperti apa dan dimana kita bisa mendapatkan chart kebutuhan minimal itu?

Kebutuhan minimal sebuah platform BIM itu biasanya dapat dengan mudah dapat ditemui pada box ketika kita membeli lisensi BIM platform atau bisa lihat di buku manual yang menyertakan atau juga bisa berkunjung ke website sang vendors dari BIM platform tersebut. Contohnya: di website nya graphisoft.com

Operating Systems for ARCHICAD 23

Supported Operating Systems

  • Windows 10
  • macOS 10.14 Mojave
  • macOS 10.13 High Sierra

Not supported Operating Systems

  • Windows 8.1
  • Windows 8
  • Windows 7
  • Windows Vista and older (ARCHICAD cannot be installed)
  • macOS 10.12 Sierra
  • Mac OS X 10.11 El Capitan and older (ARCHICAD cannot be installed)

Notes

  • For compatibility notes on newer Operating Systems check Help Center
  • The latest updates are required to be installed on all Operating Systems
  • Only 64-bit Operating Systems are supported

Hardware for ARCHICAD 23

Recommended hardware

  • Processor: 64-bit processor with four or more cores
  • RAM: 16 GB or more is recommended; for complex, detailed models 32 GB or more may be required
  • Hard disk: installing ARCHICAD on a SSD drive is recommended; 5 GB free disk space is required for the installation, 10 GB or more is required per active project
  • Display: A resolution of 1920 x 1080 or higher is recommended
  • Graphics card: Dedicated OpenGL 4.0 compatible graphics card is recommended to fully exploit hardware acceleration capabilities. 2 GB+ VRAM is recommended, opt for 4 GB+ with 4K displays. You can find a list of recommended graphics cards at: Graphisoft

Minimum hardware

  • Processor: 64-bit processor with two cores
  • RAM: 8 GB
  • Hard disk space: 5 GB or more is required for the installation
  • Display: A resolution of 1440 x 900 or higher
  • Graphics card: OpenGL 3.3 compatible graphics card with on board memory of 2 GB

Operating Systems for STAR(T) Edition 2020

Supported Operating Systems

  • Windows 10
  • macOS 10.15 Catalina
  • macOS 10.14 Mojave
  • macOS 10.13 High Sierra

Not supported Operating Systems

  • Windows 8.1
  • Windows 8
  • Windows 7
  • Windows Vista and older
  • macOS 10.12 Sierra
  • OS X 10.11 El Capitan

Notes :

  • The latest updates are required to be installed on all Operating Systems
  • Only 64-bit Operating Systems are supported

Hardware for STAR(T) Edition 2020

Recommended hardware

  • Processor: 64-bit processor with four or more cores
  • RAM: 16 GB or more is recommended, for complex, detailed models 32 GB or more may be required
  • Hard disk: installing ARCHICAD on an SSD drive is recommended; 5 GB free disk space is required for the installation, 10 GB or more is required per active project
  • Display: A resolution of 1920 x 1080 or higher is recommended
  • Graphics card: Dedicated OpenGL 4.0 compatible graphics card is recommended to fully exploit hardware acceleration capabilities. 2 GB+ VRAM is recommended, opt for 4 GB+ with 4K displays. You can find a list of recommended graphics cards at: Graphisoft

Minimum hardware

  • Processor: 64-bit processor with two cores
  • RAM: 8 GB
  • Hard disk space: 5 GB or more is required for the installation
  • Display: A resolution of 1440 x 900 or higher
  • Graphics card: OpenGL 3.3 compatible graphics card with on board memory of 2 GB

Sama juga seperti di Revit dan SketchUp dan atau platform BIM lainnya seperti Tekla, masing-masing memiliki standard minimal untuk dapat mengoperasikan platformnya tersebut.

Nah dari sini selain minimum hardware dan minimal system biasanya juga ada recommended hardware, kalau saya biasanya rekomendasi naik satu kali dari rekomendasi, tapi ini juga disesuaikan dengan forecast kedepan (dibahas berikutnya dibawah) atau juga bisa disesuaikan dengan skala project dan CAPEX yang saat itu dimiliki. Bisa juga berkonsultasi dengan teknikal support penyedia platform BIM yang kita pakai.

Lalu, jangan lupa juga perhatikan ini, Forecast / Proyeksi project dan kemungkinan upgrade dua tahun kedepan. Maksudnya?

Maksudnya adalah, sebelum kita memutuskan sistem hardware (komputer) yang akan kita bangun ataupun kita beli, hal ini pun harus diperhatikan dan menjadi perhatian, yaitu proyeksi / forecast project yang sedang dan akan dikerjakan kedepannya, yang secara tidak langsung kita harus mengantisipasi ruang dan toleransi untuk melakukan upgrade perangkat/hardware ini mengikuti perkembangan skala project dan juga teknologi.

Kurang lebihnya kita dapat mengantisipasi untuk dua tahun kedepan. Dengan kata lain ketika kita memilih item-item hardware yang akan kita bangun sebagai bagian dari perangkat juga senjata untuk nge-BIM itu harus mengantisipasi skala project yang dapat ditangani dan diampu oleh sistem yang kita bangun dan juga cycle serta kadaluarsa teknologinya, sehingga masih ada ruang “nafas” bagi kita untuk memperbaharui performa sistem ini tanpa harus mengganti secara keseluruhan sistem sehingga Capex dan Opex-nya akan lebih mudah terukur.

amd ryzen - desktop processor - archilantis
Source : AMD

Misal kita bangun dengan sistem Ryzen 7 dengan socket AM4 dengan chipset Mobo (Mother-Board) terbaru, masih ada ruang untuk bisa upgrade nantinya dengan Ryzen 9 atau saat ini menggunakan i7 10th generation, kedepannya bisa upgrade ke i9 tanpa harus mengganti Mobo nya.. sehingga lebih efisien.

Begitu juga untuk perangkat mobile atau mobile device, sama dan juga mirip pendekatannya sehingga perangkat kita ini value decreasenya / penurunan nilainya tidak cepat habis dan dapat menyesuaikan dengan perkembangan karena sudah diproyeksikan sebelumnya. Seperti misal ternyata laptopnya nggak kuat karena grafisnya / GPU dah tidak mumpuni setelah 1 tahun, tapi yang lain masih oke dan ada ruang upgrade. Daripada beli laptop baru, lebih baik mengadakan eGPU, karena ada port thunderbolt nya dan juga bisa dipakai untuk upgrade desktop yang kita punya. Jadi lebih efisien.

Bagaimana dengan Monitor atau Display?

Nahh kalau ini ada standardnya, walaupun di minimal requirements dan juga recommend requirements juga sudah tertera.

Agar optimal, standard ini sedapat mungkin terpenuhi atau setidaknya mendekati. Kenapa? karena monitor adalah “Mata” kita sehingga segala hal intepretasi yang kita input akan muncul di layar. Sehingga sedapat mungkin sebagaimana asli dalam kenyataannya dan juga apa yang ditampilkan monitor sebisa mungkin sesuai dan sama ketika kita cetak.

Di kalangan profesional desain grafis, monitor produk MacIntosh terkenal dengan warna yang tepat dan terkalibrasi dengan baik sehingga hasilnya juga mendekati sempurna. Dengan perkembangan teknologi saat ini juga cukup banyak monitor yang kinerja mendekati bahkan menyamai juga bersaing dengan produknya Mac tersebut. Standard yang diadopsi adalah standard AdobeRGB dan SRGB. Apakah itu? Kita bahas nanti di artikel lain yaa.. hehehe.

Nahh untuk monitor / display bisa kita ambil yang angkanya mendekati atau juga bisa sesuai dengan angka 100% adobeRGB dan SRGB, juga menggunakan standard panel IPS.

Mengenai standard panel monitor dan bagaimana cara memilih Monitor untuk nge-BIM dapat dilihat di sini : Monitor untuk BIM

Harga, terkadang harga adalah sesuatu yang jadi faktor penentu. Apakah yang mahal pasti lebih bagus? kemudian apakah merek berpengaruh?

Harga adalah relatif, tapi terkadang dengan merek A dan B mempunyai selisih yang lumayan, walaupun spesifikasinya sama. Yang membedakan apa? yaitu after sales service, garansi dan kemudahan atas akses perbaikan yang terotorisasi dengan principal produknya, selain itu adalah kekuatan dan nilai brand / merek itu sendiri dan kelengkapan aksesorisnya juga kelengkapan ekspansi serta koneksinya (mother-board dan laptop / mobile device). Jadi harus diperhatikan dengan seksama.

intel processor - archilantis - tips memilih hardware untuk bim
Source : Intel

Sebagai contoh, Intel dan AmD. Add to value nya berbeda, karena mindset yang sudah terbentuk dan masing-masing memiliki power dan massanya sendiri. Namun inovasi yang dilakukan membawa add to value yang lebih, bahkan dengan kemampuan lebih baik namun harga lebih affordable, bahkan worth valuenya AMD nya sudah mengalahkan Intel.

Contohnya bisa dilihat disini :

Begitu juga dengan Apple dan Microsoft untuk hardwarenya. Juga Lenovo dan Asus juga Acer. Serta masih banyak lagi yang lainnya. Terkadang satu merek pun punya banyak layer, tier atau banyak jenisnya walaupun spesifikasinya teknisnya mirip bahkan sama, yang membedakan adalah lebih kepada tuning dan juga reabilitas serta kelas komponen yang dipakai.

Cukup banyak hal yang mempengaruhi harga ini, namun sebagian besar terpengaruh oleh beberapa hal yang disebutkan diatas. Perhatikan juga kurs ya ketika memutuskan untuk mulai mengakuisisi.

Profesional vs Game vs Mainstream

Profesional vs Game vs Mainstream - archilantis
Source : MSI

Ini adalah sebuah hal klasik yang sering diperdebatkan terus, harus profesional series, jangan pake gaming series, pake gaming aja jangan pakai yang mainstream. Hehehe..

Kita coba flashback lagi sedikit ya walaupun sudah di ulas sebelumnya, antara Profesional, Gaming dan Mainstream di artikel : Gaming, Profesional dan Mainstream.

Apa sih bedanya? Secara teknis tidak berbeda, kalau kita teliti spesifikasi teknisnya detail. Tidak berbeda, terkadang malah identik. Terkadang bedanya hanya di gimmick, misal untuk gaming series ada lampu-lampu rgb, juga fan yang ekstrem atau water cooling style.

Lalu selain secara fisik bedanya apalagi? Material atau kelas komponen yang digunakan, juga driver yang dipakai. Karena tujuan pemakaiannya yang berbeda, sehingga driver yang dipakai juga berbeda, tapi bukan berarti tidak bisa digunakan, bisaa!!! Namun tidak optimal.

Contoh produk gaming tidak guaranteed dapat digunakan 24/7, tapi produk Profesional series harus bisa dan harus bebas masalah (errors) juga bebas dari masalah kompatibilitasnya. Alias tinggal pakai, makanya harganya cukup lumayan karena melalui proses pemilihan bahkan test kompatibilitas.

Ada sebuah perusahaan yang menjual motherboardnya sudah terpasang prosesornya dan memberikan guarantee, tidak ada masalah / error. Juga untuk RAM dikenal dengan ECC (biasanya untuk server), atau kepanjangan dari Error Correcting Code. Yang membuat RAM ini juga bebas masalah ketika bekerja keras 24/7.

nvidia GeForce RTX 2080 Ti GAMING X TRIO - archilantis
Source : MSI

Ada teknologi yang muncul duluan di Gaming series, kemudian diadopsi ke versi Profesional. Misal teknologi Ray Tracing (Nvidia dengan RTX), muncul pertama kali pada versi GPU gaming, namun sekarang juga diadopsi oleh GPU Profesional bahkan Microsoft memunculkan dan mengadopsi Ray Tracing ini dengan coding khusus, yaitu directX 12 yang memungkinkan penggunaan teknologi ini.

Bagaimana dengan mainstream, juga sama nggak berbeda jauh dengan Profesional dan Gaming. Di beberapa merek, produk ini merupakan kompromi antara Profesional, Gaming dan daily basis work. Jadi performanya tidak terlalu istimewa, tapi tetap masih bisa digunakan asalkan spesifikasinya sesuai dengan minimal requirements dan atau sesuai dengan recommend requirements-nya.

Laptop Gaming Asus Zephyrus G14 - archilantis
Source : Asus

Ada contoh lagi nih, sebuah produk Laptop Asus seri Zephirus, yaitu G14 dengan harga yang lebih affordable, mampu babat habis seri Profesionalnya atau merek lain yang secara teknis lebih kencang dan high power. Tapi mampu dikompromikan semuanya oleh laptop ini.

Bisa di cek disini.

Kesimpulan

tips memilih hardware untuk bim - bim hardware - archilantis - gigabyte
Source : Google

Masih banyak tips dan trik yang bisa dipakai untuk memilih perangkat terbaik untuk mendukung kita mengoperasikan BIM. Kuncinya adalah, minimal requirements, recommended requirements juga project requirements.

Ketika kita berpanduan pada ketiga requirements tersebut, maka spesifikasi yang kita akuisisi atau kita pilih tidak akan over spec dan over kill, juga tidak under spec sehingga pekerjaan kita terhambat dan malah tidak dapat digunakan sama sekali.

Jadi.. jangan Lupakan tiga kunci itu yaa.. Always be happy, keep smile and healthy, keep on distance, stay at home and Happy BIM-ers.
(Pad-1)

Related Articles

Back to top button