fbpx
Skip to content

Teknologi BIM Mendukung Efisiensi Pembangunan Infrastruktur

Teknologi BIM Mendukung Efisiensi Pembangunan Infrastruktur - Archilantis

Teknologi BIM Mendukung Efisiensi Pembangunan Infrastruktur

Rezza Munawir, ST, MT, MMG

oleh :
Rezza Munawir, ST, MT, MMG
Pembina Jasa Konstruksi Ahli Muda
Direktorat Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi
Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menerbitkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2021 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Konstruksi Berkelanjutan.

Dalam peraturan tersebut, diantara prinsip konstruksi berkelanjutan yaitu penyelenggaraannya dilakukan secara terpadu dan efisien dengan memperhatikan penggunaan teknologi pemodelan informasi bangunan (Building Information Modelling / BIM). 

Apa yang dimaksud dengan BIM?

Di dalam lampiran Permen PUPR Nomor 9 Tahun 2021 butir 10 disebutkan bahwa BIM adalah representasi digital dari karakter fisik dan karakter fungsional pada suatu bangunan, dimana di dalamnya terkandung semua informasi mengenai elemen-elemen bangunan tersebut yang digunakan sebagai basis pengambilan keputusan dalam proses perencanaan, pelaksanaan konstruksi dan masa operasi bangunan serta masa pembongkaran dan pembangunan kembali yang membentuk aset digital yang merupakan suatu kembaran dari kondisi fisik sesungguhnya (digital twin).

Singkatnya, dapat dikatakan bahwa proses BIM yaitu proses berkomunikasi dan berkolaborasi antar pelaku proyek dengan dukungan teknologi digital.

Dalam metode konvensional, proses perencanaan, komunikasi dan kolaborasi antar pihak dalam proyek menjadi kurang efektif karena masih terpisah-pisah, belum dilakukan melalui platform yang terintegrasi. BIM hadir untuk mengatasi permasalahan tersebut, sebagai solusi agar ketiga hal tersebut lebih efektif dan efisien. Teknologi BIM dapat meningkatkan kolaborasi, efisiensi serta transfer data dan informasi.

Berkaitan dengan transfer data dan informasi, dalam BIM dikenal konsep Open BIM dimana pemodelan bangunan tidak terikat pada salah satu alat, perangkat atau mesin tertentu. Dengan konsep Open BIM, pengguna dapat memodelkan bangunan dengan bantuan banyak software yang mendukung ekosistem BIM yang dapat saling terintegrasi (interoperabilitas). Konsep Open BIM yang sudah banyak digunakan adalah IFC (Industry Foundation Classes).

Dilansir dari sibima.pu.go.id, keunggulan menggunakan teknologi BIM, yaitu:

  1. Mempermudah Koordinasi
    Data yang dibutuhkan dalam pembangunan konstruksi, mulai dari desain, ukuran, tulangan, hingga manajemen proyek dapat disimpan dalam satu file yang akan memudahkan dalam koordinasi antara pemilik proyek, perencana, kontraktor, dan para pelaksana konstruksi lainnya. Dengan koordinasi yang baik antar pelaksana konstruksi maka tingkat kesalahpahaman akan semakin kecil;
  1. Mempercepat Penyampaian Informasi
    Dengan file yang menjadi satu maka data proyek yang sangat banyak tidak tercecer dan hanya membutuhkan satu software BIM tertentu sehingga data mudah dibuka dan dilihat secara keseluruhan.
  1. Penurunan Biaya
    Koordinasi yang baik maka akan mengurangi tingkat kesalahpahaman antara pelaku konstruksi dengan begitu biaya yang dikeluarkan untuk rapat ataupun menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi dapat dihindari.
  1. Penambahan Pemasukan
    Biaya-biaya dari kesalahan koordinasi dapat diminimalisasi bahkan dihilangkan, dengan begitu biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk kesalahan-kesalahan tersebut dapat disimpan dan jadi penambahan keuntungan.

Software yang mendukung ekosistem BIM yang sudah ada di Indonesia, diantaranya: Autodesk Revit, ArchiCAD, Allplan Engineering, CYPE, OpenRoad dan Tekla Structures yang mendukung pembuatan pemodelan bangunan. Selain itu, ada pula software yang mendukung ekosistem BIM untuk membantu penyusunan volume item bangunan dan rencana anggaran biaya (RAB), diantaranya: Cubicost dan Vico Office. Sedangkan platform yang mendukung Common Data Environment, diantaranya: BIM360, Trimble Connect, BIMPlus, FULCRUM dan BIMX.

Sebagai contoh software Tekla. Tekla Structures mampu menggabungkan kemampuan pemodelan, analisa dan desain struktur lengkap dengan detail dan gambar perencanaannya. Tekla Structures mampu terintegrasi dengan beberapa software analisis struktur seperti SAP, STAAD, S-Frame, GTStrudl, dan Robot. Para perencana dapat merasakan lingkungan kerja yang tidak terputus antara model, gambar dan analisis sehingga mengurangi kesalahan dan meningkatkan produktivitas. 

Tekla juga digunakan dalam industri konstruksi baja dan beton serta pracetak dan cor insitu. Perangkat ini memungkinkan pengguna untuk membuat dan mengelola model 3D struktural dalam beton atau baja, dan memandu mereka melalui proses dari konsep untuk fabrikasi. Proses pembuatan shop drawing dilakukan secara otomatis. Pemodelan dengan waktu singkat dan kemampuan mengoperasikan memberikan hasil manajemen proyek yang efisien.

Selain itu software ini juga mampu digunakan untuk menampilkan data bill of material, sequence dan scheduling pekerjaan. Kemampuan yang dimiliki oleh software ini membuat banyak perusahaan rekayasa bangunan di berbagai negara tertarik untuk menggunakannya walaupun investasi yang harus dikeluarkan untuk pembelian lisensi relatif mahal. 

Di Asia Tenggara, salah satu negara yang mendorong implementasi BIM adalah Singapura. Untuk mendapatkan izin mendirikan bangunan di Singapura, proyek tersebut diwajibkan untuk menggunakan proses BIM mulai dari tahapan awal perancangan hingga konstruksi bangunan. Penggunaannya terus meluas karena software ini terbukti memberikan keuntungan jangka panjang berupa peningkatan produktivitas dalam proses desain dan konstruksi. 

Di Indonesia, terdapat banyak proyek bangunan gedung yang sudah mengaplikasikan teknologi BIM, meskipun belum dilaksanakan secara maksimal dan menyeluruh. Salah satunya adalah gedung perkantoran Chase Tower yang ada di Jakarta Selatan. Dalam pembangunan gedung ini menerapkan BIM pada pemodelan seluruh komponen struktur beton secara 3D dan pemodelan pekerjaan pembesian dengan menggunakan tekla structure.

Setelah pemodelan struktur gedung selesai, dilanjutkan dengan mempresentasikan bentuk model struktur, tulangan baja, maupun jadwal pekerjaan menggunakan Tekla BIMSight untuk meninjau bentuk struktur bangunan dan bentuk rangkaian tulangan.

Beberapa contoh gedung lainnya dari hasil penerapan teknologi BIM dalam proses konstruksinya, antara lain:

New International Terminal in Bali - Indonesia
New International Terminal in Bali – Indonesia
image source : Tekla
  • Gedung Burj Khalifa (Burj Dubai) di Dubai-Uni Emirat Arab
  • Marina Bay Sands di Singapura
  • Central Park Tower di Colorado US
  • Mall of Scandinavia di Scandinavia, dan
  • New International Terminal di Bali – Indonesia

Software aplikasi solusi BIM untuk desain teknik struktur diklaim sudah terbukti keunggulannya dalam proyek pembangunan Terminal Internasional Baru di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai di Denpasar, Bali. Sejak Agustus 2012, pembangunan konstruksi terminal baru seluas 120 ribu meter persegi tersebut menampilkan desain atap bergelombang, dengan kerangka baja yang dirajut bagaikan gelombang laut.

Dengan menggunakan program aplikasi Tekla BIM Structures, menciptakan model 3D untuk struktur baja proyek terminal tersebut hanya dalam dua bulan saja. Padahal jika memakai aplikasi lain, diklaim perlu waktu minimal empat bulan untuk menyelesaikan tugas rumit itu. Proses fabrikasi struktur baja untuk bagian atap terminal tersebut juga lebih lancar karena dilaksanakan berkat software Tekla.

Di Kementerian PUPR, banyak proyek telah menerapkan teknologi BIM dalam proses konstruksinya, meskipun belum ideal. Kementerian PUPR pun telah banyak menerapkan teknologi BIM, baik proyek bendungan, bangunan gedung, pengendali banjir, jalan tol, stadion, dan jembatan, diantaranya :

  • Renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK)
  • Stadion Manahan Solo
  • Pasar Atas Bukittinggi
  • Arena Aquatic Papua
  • Istora Bangkit Papua
  • Pasar Pariaman Sumatera Barat
  • Pasar Sukawati Gianyar Bali
  • Pasar Renteng Lombok Tengah
  • Pasar Legi Ponorogo
  • Pasar Sentral Gorontalo
  • Politeknik Negeri Malang dan
  • IAIN Palu Sulawesi Tengah.
Stadion Gelora Bung Karno - Indonesia
Stadion Gelora Bung Karno – Indonesia // image source : gbk.id

Dengan semakin masifnya penerapan BIM di proyek konstruksi, Kementerian PUPR melalui Direktorat Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi melakukan pembinaan di bidang teknologi konstruksi, termasuk melakukan seminar dan pelatihan teknologi BIM kepada masyarakat jasa konstruksi.

Tujuan dilakukannya seminar dan pelatihan ini adalah untuk memperkenalkan teknologi BIM seluas-luasnya kepada masyarakat, agar masyarakat mampu mengikuti perkembangan teknologi BIM, mengoperasionalisasikan BIM dan mendapatkan keuntungan maksimal dari penggunaan teknologi BIM ini, termasuk keuntungan dalam melakukan efisiensi energi yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Ingin mendapatkan informasi & promo terbaru dari Archilantis ? Subscribe sekarang juga dan dapatkan DIAGRAM Modul ISO-19650 dari PLANNERLY.

Berlangganan Sekarang Juga
Name
Name
First
Last