Informasi & Berita

Remote Working – Perangkat untuk Bekerja Secara Online

Remote Working – Perangkat untuk Bekerja Secara Online

Remote Working | Semenjak pandemik dimulai dan ketika kita semua dipaksa bekerja dari rumah untuk memutus rantai penyebaran dan penularan virus Covid-19, istilah Work From Home (WFH) menjadi semakin trend. Sebagian besar profesional bekerja terhubung langsung dengan kantor melalui jaringan internet (online), termasuk para BIMers.

Sesungguhnya sebelum pandemik menghantui kehidupan kita seperti saat ini, pola kerja yang tidak harus datang ke kantor untuk bekerja yang disebut dengan Remote Worker sudah dimulai. Pola kerjanya sangat mirip dengan WFH, yaitu bekerja secara remote working / online terhubung dengan kantor mengandalkan jaringan internet dan menurut beberapa studi, ada peningkatan signifikan efisiensi dan juga produktifitas dari profesional tersebut.

Seiring perkembangan dan kebutuhan yang meningkat pada masa pandemik ini, sudah banyak muncul BIM authoring platform berbasis Web dan juga BIM course yang juga mulai ditawarkan secara online.

Ini juga seiring dengan kebutuhan BIM yang masuk ke era IoT dimana semua sisi dan kepentingan terhubung dengan internet untuk berbagi data dan informasi, remote control dan lain sebagainya. Bisa jadi atau akan menjadi sebuah keniscayaan, nanti sebuah project di Borneo dikendalikan dari sebuah kota kabupaten di Jawa Barat dengan team dari Italia, Australia, dan Jepang, serta kontraktor plus supliernya dari Amerika dan Australia tanpa ada lag informasi dan tetap aktual serta up to date.

Soo.. apa saja yang dipersiapkan jika ingin menjadi remote worker / work from home dan bekerja online (remote working) di rumah? Let’s check it out.

Persiapan dan Kebutuhan

Kalau kita flashback, Archilantis pernah membahas mengenai work from home di artikel beberapa waktu lalu namun sifatnya lebih kepada soft tools / software yang bermanfaat bagi kita para BIMers untuk dapat melakukan remote pekerjaan dari komputer / mainframe / workstation dari kantor dan juga berkomunikasi secara online dengan menggunakan online meeting software / tools.

Nah, saat ini kita akan bicarakan mengenai hardwarenya atau infrastrukturnya dan apa saja yang dibutuhkan untuk dapat bekerja secara remote dimanapun kita berada, khususnya untuk bekerja secara remote di rumah.

Berikut ini yang menjadi kebutuhan dan harus disiapkan, diantaranya:

  • Jaringan Internet
  • Private Area Network
  • Saluran telepon dan e-mail
  • Eksternal or dual monitor
  • Webcam
  • Head set and microphone
  • Office printing
  • UPS
  • Eksternal BackUp

Mari kita bahas sedikit satu persatu, apa saja dan bagaimana.

Jaringan Internet

Untuk dapat berkomunikasi dengan “dunia luar” atau kantor secara remotely dari rumah atau dimanapun kita berada, jaringan internet adalah kunci, harus reliable, stabil dan cepat, terutama jika kita meremote mainframe / workstation. Disarankan menggunakan jaringan broadband.

Sudah banyak provider saat ini yang menawarkan jaringan internet berbasis fiber optic / FO, dengan beragam paket kecepatan dan fasilitas. Rata-rata saat ini sudah lebih dari upTo 10 Mbps yang ditawarkan sebagai paket dasar, bahkan ada yang menawarkan >30 Mbps sebagai paket dasar. Semakin tinggi semakin baik.

Lalu, berapakah kecepatan standar yang dibutuhkan ? minimal memiliki kecepatan download 25 mbps atau kategori broadband standard FCC 2015, beberapa diantaranya adalah :

  • XL Home fiber
  • Biznet
  • My Republic
  • First Media
  • Bnetfit
  • Indihome
  • Indosat GIG
    dan masih banyak yang lainnya.

Private and Local Area Network or Wireless Area Network

Setelah mendapat jaringan internet, sama seperti listrik dan air. Sekarang bagaimana kita mendistribusikannya sehingga bisa dengan mudah diakses dimanapun dan kapanpun di area dalam rumah, di sekitaran rumah, bahkan bisa mencapai puluhan hingga ratusan meter dari rumah, sehingga ketika kita “berjemur” (sebagai bagian dari hidup sehat mencegah penularan Covid dan peningkatan imun kita), maka tidak akan terhalang atau terganggu pula produktifitas kita bekerja dan ngeBIM.

Kita harus menyiapkan Private Area Network dan atau Local Area Network dan atau juga karena saat ini sudah jamannya Wireless, maka bisa juga jadi WAN atau Wireless area Network sederhana di rumah.

ilustrasi lan sederhana - archilantis - komunitas open bimilustrasi wlan sederhana - archilantis - komunitas open bim

Baca juga : Apa itu Local Area Network dan Private Area Network juga Wireless Area Network?

Lalu apa yang harus disiapkan untuk setup networking ini? Yuk kita kupas sedikit apa saja itemnya.

Wireless / Wire Modem Router

Biasanya ketika kita mengajukan untuk berlangganan dan mendapatkan akses internet, maka sebagai bagian dari pelayanan baik itu dipinjamkan, sewa atau gratis. Kita akan mendapatkan wireless modem router agar kita dapat mengakses internet dari provider tempat kita berlangganan.

Biasanya menggunakan merek TP-Link sebagai common merek, tapi juga ada yang menggunakan merek lain.

Jika modem internetnya tidak menggunakan atau tidak include sebagai wireless router, maka kita bisa menambahkan wireless router. Banyak sekali wireless router yang beredar di pasaran dan juga berbagai merek tersedia serta jenis dan manfaat.

PC / Server sebagai gateway

Ini adalah option karena dengan router wireless bawaan provider internet pun sebenarnya sudah bisa sharing jaringan internet dan terhubung satu dengan lainnya atau juga dapat menggunakan jaringan peer 2 peer (P2P).

Namun, ada manfaat lebih jika menggunakan server yaitu konfigurasinya lebih mudah, pengaturan pembagian bandwidth dapat lebih terkelola dengan baik, mana yang prioritas dan mana yang bisa dibatasi, juga bisa menjadi sarana backup eksternal serta menjadi gateway dan memasang proteksi antara jaringan di rumah dengan internet.

Ini bisa menggunakan komputer yang mungkin sudah tidak “terpakai”, karena sudah tidak memadai spesifikasinya untuk ngeBIM, namun untuk menjadi server jaringan rumahan dan atau Home Office mungkin masih memadai dan cukup handal digunakan.

Hub and Switch

Dua perangkat ini berfungsi sebagai pusat koneksi untuk semua perangkat jaringan anda dan menangani tipe data yang disebut frame. Frame berisi dan membawa data anda. Saat frame diterima, maka akan disalin dan dikirim ke port perangkat komputer yang dituju. Perbedaan dari dua perangkat ini terdapat pada cara pengiriman frame.

Pada hub, sebuah frame akan diteruskan atau dibagikan ke semua port walaupun anda hanya bermaksud untuk mengirimkan ke satu tujuan. Hub tidak bisa memilih satu port yang dituju saja.

Dengan cara membagikan ke semua port maka bisa memastikan frame akan sampai ke tujuan, tapi cara ini juga menyebabkan beban arus di dalam jaringan semakin besar dan bisa menyebabkan melambatnya waktu respon jaringan. Selain itu, hub dengan kecepatan 10/100 mbps harus membagi bandwith dengan seluruh port nya. Apabila ada banyak perangkat komputer yang tersambung maka akan menurunkan performanya.

Di sisi lain, switch menyimpan setiap informasi MAC address dari setiap perangkat yang terhubung. Dengan informasi ini switch bisa mengidentifikasi posisi port setiap perangkat. Saat frame diterima, switch bisa dengan pasti menentukan port yang akan digunakan untuk mengirimkan frame tersebut.

Berbeda dari hub, switch dengan kecepatan 10/100 mbps akan mengalokasikan kecepatan 10/100 mbps secara penuh kepada masing-masing port.

Jadi, berapapun jumlah perangkat komputer yang terhubung, pengguna akan selalu memiliki akses dengan kapasitas bandwith maksimal. Inilah yang menjadikan switch sebagai pilihan yang lebih baik dari hub.

Perangkat ini akan menghubungkan device dengan gateway atau server sehingga dapat mengakses server dan juga otomatis mengakses internet melalui gateway di server.

Switch dan atau Hub juga dapat dihubungkan dengan Access Point atau Repeater dan Orbys untuk memperluas area cakupan jaringan di seluruh area rumah sehingga memudahkan kita bekerja dimana saja, di setiap sudut rumah. Ini juga merupakan option namun menjadi penting untuk menjaga stabilitas serta kualitas jaringan.

Repeater and Orby or Access Point

Dalam jaringan komputer, titik akses nirkabel (bahasa Inggris: wireless access point, WAP) adalah suatu peranti yang memungkinkan peranti nirkabel untuk terhubung ke dalam jaringan dengan menggunakan wi-fi, bluetooth atau standar lain.

WAP biasanya tersambung ke suatu router (melalui kabel) sehingga dapat meneruskan data antara berbagai peranti nirkabel (seperti komputer atau pencetak) dengan jaringan berkabel pada suatu jaringan.

Perangkat repeater atau range extender berfungsi sebagai pengulang atau memperluas jangkauan sinyal Wireless Router (dan atau Access Point) sehingga client yg letaknya terpisah oleh jarak yg agak berjauhan dengan access point atau sinyalnya sudah melemah masih dpt mengakses atau terhubung ke jaringan internet.

Salah satu contohnya sekarang yang sedang in dan hype untuk ekstender / repeater adalah Orbi, istilah yang di perkenalkan oleh produsen netgear, sebuah jenis baru dari repeater. Fungsinya tetap sama, hanya lebih sleek dan secara estetika lebih baik.

Beberapa produsen pun memiliki range produk yang mirip dengan orbi ini, salah satunya adalah Asus, yaitu Lyra dan Zen Wi-Fi AX (XT8)

Access point dan wireless router konvensional yang mendukung standard teknologi terbaru sehingga kita dapat mengakses internet dimanapun dan kapanpun secara wireless di rumah. Tentunya makin mudah ngeBIM dan mengakses CloudBIM.

Saluran telepon dan e-mail

Saluran telepon dan email masih sangat penting di era digital dan visual digital chat and conference saat ini untuk berkomunikasi dengan team maupun atasan atau juga stake holders lainnya.

Jika perusahaan ataupun klien menggunakan VoIP atau Voice over Internet Protocol, maka kita sebagai remote workers atau bekerja secara online (remote working) harus bersiap untuk mengirimkan atau menerima pekerjaan / instruksi melalui panggilan telepon secara remote tentunya, yaitu di rumah.

Biasanya kita membutuhkan aplikasi pihak ketiga dan tentunya headset serta microphone (akan kita bahas lebih lanjut di bawah) atau juga bisa menggunakan speaker dan microphone built-in di device yang kita gunakan.

Aplikasi telepon virtual ini akan menggantikan telepon tradisional dan dapat digunakan secara remote dengan menggunakan sebagian besar sistem VoIP yang ada.

Jika perusahaan atau team ataupun stakeholders yang berkolaborasi dengan kita ternyata tidak menggunakan teknologi VoIP, sebagai alternatif dapat menggunakan layanan messenger atau chat yang juga sudah mengakomodasi VoIP. Cukup membekali dengan nomor selular untuk dapat dihubungkan atau sebagai pengenal, seperti whatsApp, telegram dan lainnya, dan atau juga bisa memanfaatkan jalur landline / sambungan telepon tradisional.

Untuk e-mail, tentu kita pasti memilikinya. Untuk memudahkan pengelolaannya dapat menggunakan Microsoft 365 atau G-Suite. Lebih mudah dibandingkan kita mengakses melalui browser, karena terkadang suka terlupa akun / username dan password nya.

Eksternal or dual monitor

Ini diperlukan untuk memudahkan multi tasking, baik ketika kita ngeBIM maupun ketika berkomunikasi serta korespondensi dengan team maupun dengan stakeholders lainnya.

Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi yang makin pesat, saat ini tersedia ultra wide monitor yang mampu mengakomodir seakan-akan memiliki dua monitor seperti LG, Asus, Samsung dan lainnya. Selain itu juga bisa memilih monitor portable seperti Asus ROG strix XG17AHPE sebagai second monitor.

Lalu bagaimana cara memilih monitor yang baik? Silahkan baca artikel ini : Mengenal monitor untuk BIM

Webcam

Kamera web atau kamera ramatraya (bahasa Inggris: webcam, singkatan dari web dan camera), adalah sebutan bagi kamera waktu-nyata (bermakna keadaan pada saat ini juga / real time) yang gambarnya bisa dilihat melalui Waring Wera Wanua atau World Wide Web (www), program pengolah pesan cepat atau aplikasi pemanggilan video.

Istilah webcam merujuk pada teknologi secara umumnya, sehingga istilah webcam kadang-kadang diganti dengan kata lain yang memberikan pemandangan yang ditampilkan di kamera, misalnya :

  • StreetCam, memperlihatkan pemandangan jalan.
  • MetroCam, memperlihatkan pemandangan panorama kota dan perdesaan.
  • TraffiCam, digunakan untuk memantau keadaan jalan raya.
  • WeatherCam, digunakan untuk memantau cuaca.
  • VolcanoCam, digunakan untuk memantau keadaan gunung berapi.

Webcam adalah sebuah kamera video bergana (digital) kecil yang dihubungkan ke komputer melalui (biasanya) colokan USB / USB port ataupun colokan COM / COM port.

Webcam ini salah satunya berguna untuk jalur komunikasi dan koordinasi (online meeting) dengan team dan stakeholder lainnya. Juga bisa menjadi sarana up-skill dengan kursus BIM online dan juga keperluan webinar lainnya. Banyak sekali jenis webcam yang beredar di pasaran, juga mereknya.

Lalu, bagaimana cara memilih webcam terbaik dan tidak overkill untuk keperluan work from home juga remote working? Berikut tipsnya:

Streaming vs Work Cam

Webcam di pasaran saat ini terbagi menjadi dua, Work Camera dan Live Streaming Camera.

Live streaming camera saat ini bisa menjadi bagian yang lumayan menguras kocek, harganya bisa sampai US $500 atau bila dikurskan sekitar Rp. 7.000.000,- (kurs 14.000) atau bahkan lebih dengan meningkatnya demand akan webcam seiring makin menjamurnya trend bekerja secara remote dan work from home, namun harga ini sudah termasuk fitur tambahan dengan profesional mic dan juga kualitas gambar hingga kualitas 4K, akan tetapi, hingga saat ini masih terdapat masalah lag dan kompresi video pada beberapa, bahkan sebagian besar aplikasi conference call.

Kita mungkin tidak butuh fitur-fitur tersebut untuk bekerja secara online (remote working). Dengan kualitas 1080p atau bahkan 720p sudah cukup bagi kita untuk berbagai situasi dan keperluan.

Jika tidak keberatan dengan harganya dan ingin keluarkan uang lebih banyak lagi serta ingin investasi atau menemukan penawaran pada harga yang bagus juga tepat, tidaklah salah untuk memilih kamera dengan kelas Live Streaming.

Built in Mic

Kamera webcam terbaik yang ditawarkan di pasaran biasanya termasuk dengan semacam microphone built-in pada paketnya, akan tetapi bukanlah microphone yang top notch alias bukan yang terbaik atau juga bukan yang cukup baik.

Posisi webcam yang jauh dari posisi muka kita dan juga di atas, biasanya akan menangkap banyak sekali suara pada background serta echo yang berlebihan.

Beberapa pengguna mengatasinya dengan menggunakan headset dan atau microphone tersendiri, berbeda dengan microphone bawaan sang webcam. Jika ini bukan pilihan untuk kita (budget concern atau lainnya), penting bagi kita untuk melihat review, mana review yang baik tentang microphone built-in tersebut. Lakukan antisipasi terbaik agar bisa suaranya terisolasi dengan baik.

Lighting is a bonus

Saat ini lighting pada kamera webcam bukanlah atau belum menjadi sebuah standard pada seri konsumer atau consumer level. Namun produsen seperti Razer coba mengubah peta permainan.

Di luar itu semua, tidak peduli sekapabel apapun kamera yang kita miliki atau kita pilih, jika penerangan pada ruangan tempat kita bekerja itu cukup gelap dan tidak memiliki lampu meja, maka akan lebih baik kita mempertimbangkan untuk memilih kamera yang sudah built-in dengan pencahayaan atau menggunakan / menyediakan lampu meja agar dapat membantu teman atau team kita atau stakeholders lain melihat wajah kita.

Berikut ini beberapa rekomendasi webcam terbaik / best buy yang bisa dapat kita pilih, mengutip dari website Tomshardware, diantaranya adalah:

  • Razer Kiyo
  • Logitech C920 / C920S
  • Logitech C930e
  • Microsoft Lifecam Studio
  • Logitech C525
  • Logitech StreamCam
  • Ausdom AF640
  • Ausdom AW615
  • Ausdom AW635
  • Papalook PA452
  • Raspberry Pi – alternatif DIY
  • Handphone Kita (smartphone) – murah dan efektif

Headset and microphone

Seperti disinggung dalam pembahasan webcam di atas, microphone yang dibawa oleh atau built-in dengan webcam tidak dapat diandalkan. Untuk itu, option / pilihannya adalah menggunakan headset dan atau microphone terpisah dari webcam.

Lalu bagaimana cara memilih headset dan microphone yang baik? mungkin tips ini bisa jadi bahan pertimbangan, yaitu:

  • Pilihan Kabel atau Nirkabel / bluetooth
  • Headband / pengikat kepala and ear cups atau area yang menutupi telinga. Kenyamanan adalah kunci dan juga bantalannya serta materialnya. Bisa lihat di reviewnya.
  • Tampilan, karena itu penting dan menambah percaya diri
  • Kualitas audio dan Mic.
  • Mendukung spesifikasi Bluetooth AptX. Untuk kualitas suara yang dihasilkan khusus untuk wireless / nirkabel.

Office printer

Printer digunakan untuk keperluan pencetakan seperti surat kontrak dan RAB dan lainnya.

Walau saat ini dunia sudah bergerak ke arah digitalisasi, namun kebutuhan akan pencetakan dokumen dalam bentuk hardcopy tidak dapat dipungkiri, masih sangat diperlukan sehingga dimasukkan dalam kebutuhan.

Office printer yang beredar di pasaran sudah sampai ukuran A3+ dan relatif cukup terjangkau, diantaranya adalah produk Epson, HP, Brother, Canon dan lainnya, serta mudah ditemui di pusat perbelanjaan, toko alat komputer dan toko buku besar seperti Gramedia.

UPS

Ini cukup penting dan urgent sekali karena saat ini, hampir merata di seluruh negara ini tidak lepas dari kerawanan padamnya listrik.

Pasti pernah mengalami, ketika kita asik ngeBIM tiba-tiba tidak ada hujan tidak ada badai dan tanpa pemberitahuan, listriknya padam. Pekerjaan belum disave, atau auto save-nya belum bekerja sedangkan kita sedang mood bekerja. Terbayang seperti apa kejadian dan paniknya, ditambah lagi deadline di depan mata plus ini project utama.

Nah di sinilah peran UPS atau Uninterruptible Power Supply yang memberikan suplai listrik yang cukup agar kita mendapatkan cukup waktu untuk mengamankan pekerjaan kita, setidaknya menyimpan pekerjaan dan menutup aplikasi dengan baik serta mematikan device kita secara proper dan sempurna sehingga mampu menjaga investasi kita dari mendadak kehilangan suplai energi yang tentunya akan mempercepat usia pakai hardware.

Selain itu, biasanya UPS juga sudah include dengan volt stabiliser sehingga arus listriknya pun stabil dalam keadaan pemakaian rutin. Nanti akan dibahas tersendiri dalam artikel khusus mengenai UPS ini.

Eksternal BackUp

Eksternal BackUp ini diperlukan sebagai tindakan preventive untuk mencegah kejadian-kejadian yang tidak diinginkan seperti data hilang, tidak sengaja terhapus, ataupun terkena ransomware. Perlunya tindakan backup di luar sistem kita secara periodik agar semuanya aman terkendali.

Pemanfaatan backup ini pun juga sebagai bagian efisiensi sistem. Untuk data yang tidak atau jarang diakses dapat dipindahkan kedalam backup eksternal ini.

Eksternal BackUp ini biasanya merupakan harddisk eksternal yang mudah dibawa dan easy handling atau menggunakan NAS pada Jaringan PAN kita di rumah.

Baca juga : Apa itu NAS?

Jadi, sudah siap kerja dan ngeBIM secara remote? Semua pembahasan di atas adalah kebutuhan ideal namun dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita. Sebagai contoh, jika wireless routernya mencukupi dan sinyalnya hanya di seluruh area, maka tidak perlu ditambahkan lagi access point. Jika tidak memiliki webcam, bisa menggunakan smartphone kita sebagai webcam, dan lainnya.

So.. you are ready now.. for remote working and ngeBIM jarak jauh.
(PAD-1)

Related Articles

Back to top button