Implementasi BIM

Implementasi BIM adalah usaha-usaha untuk menerapkan konsep Building Information Modelling (BIM) di seluruh aspek kerja atau workflow, software dan hardware hingga mindset BIM dalam team kerja yang masuk dalam lingkup penerapan tersebut sehingga output dari hasil penerapan tadi sesuai dengan yang diharapkan.

MINTA PENAWARAN
SKU: IMP_BIM Category: Tag:

Implementasi BIM adalah usaha-usaha untuk menerapkan konsep Building Information Modelling (BIM) di seluruh aspek kerja atau workflow, software dan hardware hingga mindset BIM dalam team kerja yang masuk dalam lingkup penerapan tersebut sehingga output dari hasil penerapan tadi sesuai dengan yang diharapkan.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia nomor 22/PRT/M/2018 tentang Pembangunan Bangunan Gedung Negara yang pada lampirannya menyatakan bahwa penggunaan BIM wajib diterapkan pada Bangunan Gedung Negara tidak sederhana dengan kriteria luas diatas 2000 m2 dan di atas 2 (dua) lantai. Keluaran dari perancangan merupakan hasil desain menggunakan BIM.

Apa saja keuntungan implementasi BIM ?

  1. Kolaborasi, betul sudah tidak ada lagi software author BIM yang tidak menawarkan konsep kolaborasi, konsep ini sudah mutlak sebagai core utama dalam fungsi tools di software tersebut. Kolaborasi menjadi cara kerja yang sudah sangat digemari pada era milenial sekarang, bisa dikatakan apabila ada software yang belum bisa kolaborasi berarti software tersebut belum nge-BIM.
  2. Membuat Visualisasi menjadi lebih terarah dan terukur dengan mudah, sinkronisasi model BIM sebagai dasar visualisasi juga menjadi hal mutlak, sudah tidak ada lagi di era sekarang gambar visual tidak mencerminkan keadaan virtual yang sedang direncanakan, BIM manager dan VDC manager bertugas memastikan itu semua terhubung dan terkait satu sama lain dalam satu sistem BIM yang sudah direncanakan dalam BEP dan dengan mudah divisualisasikan baik dalam 3D atau VR.
  3. Efektif dan menekan biaya produksi, dengan adanya kolaborasi sangat dipastikan semua masalah akan terdeteksi lebih awal dan lebih mudah, bukankah itu menghemat waktu dan biaya anda?
  4. Akses informasi dan data yang ada pada BIM modelling lebih kaya, modeling gambar dalam BIM harus memasukkan data selengkap mungkin agar dapat berguna sampai kepada level BIM selanjutnya (minimal 7D).
  5. Lebih produktif dalam bekerja sama, dikarenakan sistem kolaborasi memunculkan budaya saling cross check sehingga menjadi hal lumrah dan meningkatkan produktivitas dalam untuk menuju goal BIM yang diinginkan.
MINTA PENAWARAN