Informasi & Berita

Perbedaan BIM dan CAD

Perbedaan BIM dan CAD

Perbedaan BIM dan CAD | Masih menggunakan dan masih nyaman dengan CAD konvensional? itu bukanlah sebuah pilihan yang salah karena masih banyak sekali di dunia konstruksi Indonesia yang mengandalkan CAD konvensional ini sebagai “senjata” utama dalam melakukan proses design and build pada project-project mereka.

Lalu ketika marak dan mulai trendnya penggunaan BIM di Indonesia, ditambah keluarnya Keputusan Menteri PUPR no.22 tahun 2018 tentang kewajiban menggunakan BIM untuk perencanaan dan pembangunan bangunan negara diatas 2000 m2, maka banyak yang mulai mencari tahu apa itu BIM dan apa perbedaannya juga keuntungan lebih daripada penggunaan CAD konvensional.

Oleh karena itu, mari kita cari tahu bersama..yukk..

CAD vs BIM

Hingga saat ini, masih banyak yang menanyakan apa sih perbedaan BIM dengan CAD konvensional (AutoCAD, BRisCad, GStarCad dan lainnya), lalu apa saja keuntungann menggunakan BIM bila dibandingkan dengan CAD konvensional?

Okee.. yuuk kita bedah sedikit, apa itu perbedaan CAD dan BIM

CAD Konvensional

Literally, CAD konvensional (2d dan 3d) ini adalah secara harfiah “memindahkan” proses menggambar yang sebelumnya dilakukan di meja gambar menggunakan penggaris dan “mesin” gambar, baik bandul maupun tracker.Pada awalnya.

CAD adalah akronim yang kepanjangan dari Computer Aided Design, suatu program komputer untuk menggambar suatu produk atau bagian dari suatu produk. Produk yang ingin digambarkan bisa diwakili oleh garis-garis maupun simbol-simbol yang memiliki makna tertentu. CAD bisa berupa gambar 2 dimensi dan gambar 3 dimensi.

Berawal dari menggantikan fungsi meja gambar, kini perangkat lunak CAD telah berevolusi dan terintegrasi dengan perangkat lunak CAE (Computer Aided Engineering) dan CAM (Computer Aided Manufacturing).

Integrasi itu dimungkinkan karena perangkat lunak CAD saat ini kebanyakan merupakan aplikasi gambar 3 dimensi atau biasa disebut solid modelling.

Solid model memungkinkan kita untuk memvisualisasikan komponen dan rakitan yang kita buat secara realistik. Selain itu model mempunyai properti seperti massa, volume, pusat gravitasi, luas permukaan dan lainnya

Sumber : wikipedia

BIM

BIM adalah sebuah akronim juga, kepanjangan dari Building Information Modelling.

Jika kita kaji dalam Layman’s Term, BIM adalah ketika sudah berbicara tentang BIM atau masuk ke dalam term tentang BIM, maka semuanya akan dimulai dengan model digital 3D bangunan.Model ini, bagaimanapun juga jauh dari hanya sekedar geometri murni berikut tekstur yang bagus untuk visualisasi. Model BIM sejatinya terdiri dari bagian-bagian bangunan aktual dan potongan-potongan yang digunakan untuk membangun sebuah bangunan.

Elemen-elemen cerdas ini adalah prototipe digital dari elemen bangunan fisik seperti finding, kolom, jendela, pintu dan lain sebagainya yang Kemudian memungkinkan kita untuk mensimulasikan bangunan dan memahami perilakunya melalui simulasi yang dilakukan secara digital dalam komputer dengan parameter lingkungan yang kita input sebelum konstruksi sebenarnya dimulai.

Seiring dengan munculnya mobile teknologi seperti smartphone, tablet, portable device, VR dan AR, juga pemanfaatan sejenisnya untuk BIM, maka telah “keluar” dari lingkaran terdekat dari para Profesional. Para Klien, Building Owner dan Operator (Building Management) mendapatkan semakin banyak akses ke model BIM melalui perangkat mobile mereka, bahkan tanpa perlu menginstall aplikasi / software / platform BIM terlebih dahulu.

PERBEDAAN dan KEUNTUNGAN menggunakan BIM dibanding CAD

Nahh.. dari definisi diatas, bisa terlihat perbedaannya kan? juga kita bisa rangkum, dengan diagram perbandingan di bawah ini.

diagram perbandingan bim vs cad - archilantis - komunitas bim indonesia - bim archicad - 01

Dan juga diagram dibawah ini :

diagram perbandingan bim vs cad - archilantis - komunitas bim indonesia - bim archicad -
Sumber gambar : pinterest

Pada akhirnya, Industri akan berganti atau bergerak dari mengandalkan 2D symbolic dokumentasi (yang juga bisa dilakukan oleh BIM) dan mengadopsi desain menggunakan konteks model 3D, komputer dapat menawarkan keuntungan tambahan jauh lebih banyak dari CAD konvensional.

Model 3 dimensi dari bangunan dapat dengan mudah dianalisa dan kemudian dioptimasi untuk kehandalannya, dapat juga digunakan untuk mengontrol cost, menyediakan pengalaman VR yang luar biasa dan juga mampu membuat rendering serta animasi dengan kualitas foto realistic.

Lalu daripada itu juga menawarkan kemudahan dalam berkolaborasi (OpenBIM), juga koordinasi yang mudah dengan Profesional lain dalam lingkungan BIM yang tidak ditawarkan oleh CAD konvensional.

Sudah mulai paham kan sekarang? Have a nice BIM yaa..
(Pad-1)

Related Articles

Back to top button