Informasi & Berita

Lean BIM Construction

Lean BIM Construction

Lean BIM Construction | Di dunia konstruksi pada era sekarang, makin banyak istilah yang harus kita mengerti, terlebih dalam dunia BIM, baik dari segi workflow (alur kerja) dan goal dari projek itu sendiri. Banyak sekali metode kerja yang harus diadaptasi seiring dengan perkembangan teknologi tools yang ada.

Lean BIM Construction

Yup! Istilah ini cukup menggelitik kami untuk mendalaminya lebih jauh. Kami mencoba mulai dengan kenapa istilah ini bisa muncul di era sekarang ini.

Istilah “Lean BIM Construction” sangat berkaitan erat dengan munculnya istilah pertama kali yaitu “Lean Construction”. Apa itu Lean Construction ?

Lean Construction atau Konstruksi Ramping pada dasarnya merupakan sebuah metode kerja yang fokus terhadap proses dari metode itu sendiri, yang diadopsi dari paradigma lean thinking dimana kita harus memaksimalkan value dan dengan waste yang minimal dalam suatu proses konstruksi.

Lalu apakah itu Value dan Waste dalam Lean Construction ?

  • Value merupakan nilai yang terkandung dalam suatu produk tertentu, dengan indikator-indikator yang ditetapkan oleh konsumen, klien, owner, dll.
  • Waste adalah setiap kegiatan yang menggunakan sumber daya, namun tidak mendatangkan penambahan value (nilai yang terkandung) dalam produk yang dikerjakan.

Lalu apakah “Lean BIM Construction”? secara prinsip istilah ini mengikuti garis besar arti dari istilah Lean Construction itu sendiri, penambahan BIM mempertegas bahwa konsep BIM sangat membawa usaha penting dalam proses “merampingkan” dalam sebuah konstruksi baik skala besar maupun kecil sekalipun.

“I don’t believe that the objectives of Lean Construction can be fully realized without the use of BIM.”
Ralph Montague – ‘BIM for Lean Construction

Prinsip BIM apabila tidak dilakukan dengan baik pun tidak luput dari proses yang terkadang tidak disadari menjadi buang-buang waktu dan pada akhirnya boros.

Prinsip memegang teguh memaksimalkan penambahan nilai dan fokus kepada usaha dalam meminimalisasikan pemborosan dalam proses serta menjaga semua nilai yang sudah dipertahankan tadi menjadi suatu goal yang utuh merupakan hal utama yang harus disepakati dari awal sekali.

Apakah peran BIM dibutuhkan? jawabannya sangat dibutuhkan!, bahkan semenjak awal proyek sekalipun.

BIM dapat dimulai dari Proses BEP (BIM Execution Plan) poses ini benar-benar dapat mengurangi “6 Prinsip Pemborosan BIM”, apa saja kategorinya?

  1. Scope Waste / Delegasi tugas tidak jelas
  2. Model Waste / Over Modeling
  3. Poor Design / design yang buruk
  4. Waiting / Alur Workflow yang lama
  5. Rework / Pekerjaan Revisi berulang-ulang akibat kurang koordinasi
  6. BIM Admin / Beban BIM manager menjadi berat

Keenam prinsip di atas tetap dalam lingkup jangan sampai kepada over BIM atau less BIM, semua prinsip diatas harus diatur nilai / value dan berapa sumber daya yang dipakai.

Lalu apakah ada teknologi atau aplikasi yang dapat kita gunakan untuk mengantisipasi itu semua? bagaimana kita memulai BEP dengan baik?

Archilantis dan Plannerly bekerja sama untuk membantu kalian dalam mengantisipasi itu semua dengan penyusunan BEP yang baik melalui aplikasi Plannerly.

Aplikasi ini memberikan alur prinsip Lean BIM Construction dalam Platform BIM management yang dibuat sedemikian rupa untuk mudah dimengerti dan digunakan oleh siapapun baik yang sudah dalam tahap profesional ataupun pemula di dalam bidang konstruksi dan BIM.

Kami, Archilantis sebagai perwakilan Plannerly di Indonesia akan membantu kamu untuk dapat merealisasikan Lean BIM Construction semakin cepat dan semakin mudah.

Silahkan daftar pada link berikut, kalian dapat kontak kami melalui chat pojok kanan bawah apabila ada yang ingin ditanyakan perihal penggunaan Plannerly pada project kamu.

Pendaftaran : PLANNERLY

Have a nice BIM and #keepsafe #dirumahajah
(RHBW)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close
Close