Koordinator BIM : 3 Aturan yang harus diikuti

Koordinator BIM - BIM Coordinator - 3 Aturan yang harus diikuti - BIM Corner x Archilantis

Koordinator BIM : 3 Aturan yang harus diikuti

Ignacy Lozinski - BIM Corner x Archilantis

Koordinator BIM | About Author

“Hai, saya Ignacy Lozinski. Saya lulusan Fakultas Teknik Sipil di Universitas Teknologi Warsawa. Berkecimpung dengan BIM sejak 2011.”

Linkedin || Facebook || Twitter

Peran dan tanggung jawab Koordinator BIM (BIM Coordinator) bisa bermacam-macam bentuknya. Tentu saja ini banyak tergantung di mana dia bekerja dan proyek apa yang sedang dihadapi dan dikerjakannya.

Dapat diringkas dalam satu kalimat pendek:

“Pekerjaan seorang Koordinator BIM (BIM Coordinator) banyak sekali tuntutannya, tetapi kami yakin pekerjaan ini tidak akan membosankan Anda.”

Sebelum kita bahas lebih jauh, perlu diketahui terlebih dahulu :


Apa itu Koordinator BIM / BIM Coordinator ?

Koordinator BIM / BIM Coordinator adalah orang yang melakukan koordinasi proses dalam menghasilkan dan mengelola model digital; serta membangun dan menyusun model informasi dalam sebuah file virtual dengan tujuan membantu dalam pengambilan keputusan selama proses pembangunan dengan menggunakan metodologi BIM.


Saya mengetahui banyak tentang hal ini. Saya telah bekerja di salah satu proyek konstruksi terbesar di Norwegia. Tim proyek ini terdiri dari lebih dari 200 orang. Sejumlah besar informasi dibuat dan disimpan di lebih dari 60 model BIM yang berbeda. Jumlah objek yang dimodelkan lebih dari 100.000.

Koordinasi BIM dari proyek semacam itu memang sangat menantang. Ini membutuhkan organisasi kerja yang sangat baik, butuh pengetahuan yang sangat baik juga tentang profesi Anda, keterampilan kerja dalam tim, serta fleksibilitas dan respons yang cepat terhadap situasi krisis. Dan percayalah, selalu ada hal atau kekurangan dari mereka yang harus kita atasi.

Setelah banyak hal saya alami, saya memutuskan untuk merangkumnya dan menuliskan 4 hal, sebagai berikut:

  1. Kapan krisis kerja terjadi dan mengapa?
  2. Tentang apa dan siapa mereka?
  3. Bagaimana saya bisa menghadapi mereka sekarang?
  4. Bagaimana saya bisa menghindari mereka di masa depan?

Pengalaman dan catatan kerja saya membantu saya dalam mengembangkan aturan kerja tersebut. Berkat mereka juga, pekerjaan saya menjadi jauh lebih mudah dan banyaknya situasi krisis menjadi berkurang secara signifikan. Saya juga telah melihat perubahan positif lainnya – Perasaan stress saya akibat beban kerja menjadi menghilang, dan hubungan saya dengan rekan tim proyek saya semakin produktif.

Aturan-aturan ini bersifat universal, dan saya menerapkannya di berbagai proyek: baik itu kecil dan besar. Ini bukan yang instan dan saya yakin bahwa dengan sedikit kemauan dan keyakinan setiap orang dapat menerapkannya ke dalam lingkungan pekerjaan profesional mereka sehari-hari.

Hari ini saya ingin berbagi dengan Anda Tiga hal yang paling penting dalam proses tersebut:

APAKAH ANDA INGIN MENJADI Koordinator BIM (BIM Coordinator)? KAMI MEMBANGUN PROGRAM ONLINE UNTUK MENINGKATKAN KARIR ANDA DI DUNIA BIM.
Bergabunglah dengan mendaftarkan diri Anda pada daftar tunggu kami dan dapatkan penawaran terbaik.

KLIK PENDAFTARAN DI SINI


Aturan #1 – Tetapkan lingkup tanggung jawab Anda yang jelas dan komunikasikan dengan TEGAS

Saya mencoba menjelaskan menggunakan contoh cerita pendek ini:

“Saya berusia 27 tahun, sebagai Koordinator BIM (BIM Coordinator) yang baru direkrut tentu saja saya sangat bersemangat penuh, mempunyai kemauan untuk bekerja, dan antusiasme untuk memecahkan tantangan baru. Selain pengetahuan tentang koordinasi program, saya juga seorang master Revit (maaf bukan untuk sombong ya). Saya tahu sebagian besar fungsinya, saya bisa melakukan berbagai trik yang membuat pekerjaan sehari-hari saya menjadi lebih mudah, dan saya senang berbagi ilmu ini dengan orang lain.

Meskipun membantu tim dalam menggunakan Revit pada proyek ini tetapi ini sebenarnya bukan tanggung jawab saya, gara-gara itu saya mendapat julukan – “Revit Guy“. Anggota tim dari disiplin yang berbeda sering mengunjungi saya setiap hari dan meminta selalu meminta bantuan bagaimana cara mengoperasikan Revit.

Setelah beberapa waktu, saya perhatikan bahwa kegiatan ini menghabiskan lebih dari 2 jam untuk sekedar Les privat Revit. Itu sangat berdampak negatif pada tugas yang seharusnya saya lakukan sebagai Koordinator BIM (BIM Coordinator).

Waktu yang terus berjalan dengan berbagai deadline, email yang tidak terjawab terus bertambah setiap hari, pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini selalu tertunda sampai besok, dan jam kerja terus bertambah dari minggu ke minggu.

Saya tahu bahwa waktu yang dihabiskan untuk mengajar Revit banyak menguras waktu saya sebagai Koordinator BIM (BIM Coordinator). Jadi, saya memutuskan untuk menghentikannya. Saya lalu membuat prosedur singkat yang menjelaskan dengan jelas apa yang perlu Anda lakukan ketika memiliki masalah dengan program ini.

Kemudian saya mengkomunikasikan hal tersebut pada rapat koordinasi berikutnya, serta mengirimkan email kepada semua orang bahwa saya masih senang mengajar Revit.

Tentu saja, untuk beberapa waktu berjalan ,asih ada orang-orang datang kepada saya dengan masalah Revit mereka. Saya dengan sopan menolaknya dan mengarahkannya ke orang yang tepat yang bertanggung jawab untuk membantu masalah Revit. Saya juga mengirimi mereka email dengan prosedur, apa yang harus mereka lakukan saat mereka memiliki masalah dengan perangkat lunak ini.

Setelah beberapa minggu, seperti mendapat bantuan tongkat ajaib, waktu yang saya butuhkan untuk bekerja seharusnya, kembali kepada saya.”

Saat menjelaskan contoh di atas, bukan untuk bermaksud: Jangan membantu anggota tim lain. Membantu dan mendidik anggota tim pada proyek lainnya merupakan elemen penting dari pekerjaan Koordinator BIM (BIM Coordinator).

Menurut akronim singkatan E.P.I.C, (baca tentang EPIC disini, tunggu update dari kami tentang artikel ini), disinilah Anda mengenalkan fungsi anda sebagai Pendidik/Pengajar dibutuhkan.

Tetapi harus Anda ingat bahwa Anda tidak harus memberikan bantuan ini secara pribadi. Terutama ketika tanggung jawab pekerjaan Anda membutuhkan prioritas. Delegasikan apa yang bukan tugas Anda dan dapatkan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan tugas utama Anda dengan lebih baik.

Percayalah, semua orang akan mendapat manfaat ini -> Anda, proyek Anda tentunya, dan anggota tim lainnya.

Baca juga : Apa itu BIM Manager ?

Aturan #2 – Otomatiskan apa yang Anda bisa !!

Anda mungkin telah melakukan sesuatu yang berulang dan membosankan di tempat kerja lebih dari sekali – saya menyebutnya tugas seperti itu “Jammers“.

Sebagai Koordinator BIM (BIM Coordinator), Anda akan bertemu banyak Jammer di setiap kesempatan. Namun, berkat perkembangan teknologi dan metodologi kerja baru, kami dapat mengurangi masalah Jammer seminimal mungkin.

Jika Anda menemukan bahwa banyak tugas yang berulang secara berkala, pastikan lampu alarm Anda menyala dan berteriak- OTOMATIS!!!

Apa yang harus Anda otomatisasi? Jawabannya sederhana:
Otomatiskan Semuanya !!!

Berikut adalah beberapa contoh spesifik yang sering dikerjakan Koordinator BIM (BIM Coordinator) :

  1. Mengekspor model dan lembar ke format file yang ditentukan misalnya IFC, NWC, PDF, DWG
  2. Membuat schedule beberapa print untuk menggambarkan sebuah tinjauan dari hasil rapat/meeting.
    Kedua tugas ini dapat diotomatisasi dengan cukup mudah dengan plug-in RTV Tools, atau dengan menggunakan Dynamo (kasus pada REVIT)
  3. Menyusun model dari berbagai disiplin menjadi satu model multi disiplin pada platform Solibri
  4. Membuat laporan Clash Detection dan mengirimkannya ke ke berbagai disiplin yang bertanggung jawab.
    Tugas-tugas ini dapat dilakukan dengan Solibri Autorun.
  5. Mengkolaborasikan model Revit ke BIM 360 menggunakan spreadsheet
  6. Memperbarui objek BIM di perpustakaan proyek (Bim Object Library)
    Tugas-tugas ini dapat dilakukan dengan menggunakan apa yang disebut RPA – (Robotic Process Automation).

Waktu awal yang Anda perlukan untuk menyiapkan dan menguji otomatisasi yang Anda buat akan terbayar dengan manfaat yang anda dapat.

Keuntungan utama dari mengotomatisasi tugas adalah menghemat waktu dan mengurangi kesalahan pekerjaan.

Mesin memang tidak pandai menciptakan hal-hal baru dan berpikir tentang hal kreatif. Namun, mereka dalam hal tertentu jauh lebih baik dari kita dalam memproses data dan melakukan tugas yang membosankan dan berulang. Jadi, biarkan mereka yang melakukan hal tersebut!!!

Berkat ini, kami akan bekerja dengan hal-hal yang lebih menarik serta penting dan sangat membutuhkan kehadiran kami dan perhatian fokus kami.

Baca juga : Apa itu BIM Object ?

Aturan #3 – KISS: Keep It Stupid Simple – Buatlah Sesuatu yang SEDERHANA.

Memahami metodologi BIM dan cara kerjanya tidak selalu mudah. Dalam pekerjaan saya, berkali-kali saya melihat insinyur atau arsitek berpengalaman yang memiliki masalah dengan pemahaman dan implementasi yang benar tentang BIM.

Salah satu tugas utama Koordinator BIM (BIM Coordinator) adalah memastikan tim proyek berhasil mengimplementasikan BIM di proyek mereka. Agar hal ini terjadi, setiap orang harus memahami mengapa kami menggunakan BIM dan bagaimana kami akan menggunakannya.

Koordinator BIM (BIM Coordinator) hadir untuk menyederhanakan rumitnya BIM dan menerjemahkannya ke dalam bahasa sederhana yang bisa dimengerti banyak orang.

Di sinilah prinsip KISS berguna. KISS adalah singkatan dari Keep It Stupid Simple, yaitu – menyederhanakan hal-hal rumit, menghilangkan segala kerumitan, dan menerjemahkan topik-topik yang sulit dengan cara yang jelas ke orang awam.

Ingat kata-kata Albert Einstein:

“Jika kamu tidak bisa menjelaskannya secara SEDERHANA, maka kamu belum cukup memahaminya secara jelas”
Albert Einstein

Anda akan melihat betapa banyak yang bisa Anda peroleh berkat prinsip ini.

Yang pasti, tim akan bekerja lebih baik dan Anda juga akan mendapat pengakuan bahwa Anda mampu menjelaskan topik yang sulit dengan cara yang dapat dimengerti oleh semua orang.

Singkat cerita dan memang hanya itu saja menurut pengalaman saya …… Inilah tiga prinsip favorit saya yang saya coba pegang ketika mengerjakan proyek. Dan mereka masih membantu saya dalam banyak situasi dan keadaan.

Tentu saja, saya mendorong Anda untuk mulai menggunakan prinsip serupa dalam pekerjaan Anda. Percayalah, berkat mereka juga, Anda akan mendapatkan lebih banyak waktu untuk diri sendiri dan Anda akan dapat melakukan apa yang penting.

Mungkin Anda sudah memiliki beberapa aturan yang sudah Anda ikuti? Kalau begitu, ayo kita sharing dengan saya dengan membalas pesan ini. Saya juga ingin belajar sesuatu dari Anda.

Apakah Anda menyukai postingan ini? Bagikan juga dengan yang lain!

Artikel ini dibuat atas kerjasama BIMcorner.com dengan Archilantis.com
3 Rules I follow as a BIM Coordinator
disadur oleh : R Harbayu Budhi W, Founder Archilantis