Implementasi Teknologi BIM pada Pembangunan Rumah Sakit Darurat Covid-19

Implementasi Teknologi BIM pada Pembangunan Rumah Sakit Darurat Covid-19
Rezza Munawir, ST, MT, MMG

oleh :
Rezza Munawir, ST, MT, MMG
Pembina Jasa Konstruksi Ahli Muda
Direktorat Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi
Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Implementasi Teknologi BIM | Pandemi Covid-19 yang hadir dan menyerang hampir seluruh dunia tentu mengakibatkan sektor kesehatan mengalami tantangan yang besar. Untuk di Indonesia, salah satu tantangan yang paling berat adalah terbatasnya kapasitas rumah sakit yang dapat menangani jumlah pasien yang terjangkit.

Peningkatan kapasitas rumah sakit akan sangat bermanfaat untuk flattening the curve atau upaya memperlambat penyebaran virus Covid-19.

Melonjaknya kasus kenaikan pasien Covid-19 di Indonesia selama periode 2020-2021 membuat angka okupansi tempat tidur pasien di rumah sakit juga ikut melonjak. Hal ini mendorong Pemerintah melakukan langkah strategis dengan membangun beberapa Rumah Sakit khusus pasien Covid-19 dalam waktu yang singkat. Teknologi Building Information Modelling (BIM) hadir memberikan solusi dalam membangun rumah sakit dalam waktu relatif singkat.

Pada tahun 2020, kontraktor nasional, PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mampu menjawab tantangan pembangunan Rumah Sakit khusus pasien Covid-19 dalam waktu yang singkat. Atas pengalaman yang luar biasa tersebut, pada tahun yang sama, Ditjen Bina Konstruksi berkolaborasi dengan WIKA menyelenggarakan “Webinar Implementasi BIM pada Proyek PT Wijaya Karya” yang mengambil contoh proyek, salah satunya “BIM Implementation on NPI Hospital RSPP Pertamina Simprug Jakarta Project”.

Lesson learned terkait implementasi BIM dari BUMN yang sudah sangat berpengalaman di lapangan ini sangat penting untuk memberikan visualisasi yang lebih konkret untuk masyarakat, jadi tidak hanya teori saja.

Pembangunan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Kawasan RSPP Simprug, Jakarta Selatan
Pembangunan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Kawasan RSPP Simprug, Jakarta Selatan
image source : ekonomi.bisnis.com

Pemerintah RI memberikan tugas kepada WIKA untuk dapat “menyulap” 2 hektar lapangan sepak bola yang ada di kawasan Universitas Pertamina Simprug menjadi sebuah rumah sakit darurat. Rumah sakit yang direncanakan bisa digunakan awal Juni tahun 2020 tersebut menyediakan 300 tempat tidur dan 35 ruang ICU dengan sistem Negative Pressure Isolation room agar keberadaan virus di rumah sakit tersebut dapat lebih dikontrol.

Terkait integrasi BIM pada proyek tersebut, WIKA memanfaatkannya pada beberapa unsur. Pertama, tentu pada segi 3D model rumah sakit. Pada awal koordinasi, meskipun hanya dalam waktu 6 hari, WIKA mampu menghasilkan 1 gambar model penuh.

Kedua, terkait sharing data. Dengan konsistensi format data yang telah disepakati, akan mempermudah pekerjaan yang dilakukan baik itu saat berada di lapangan maupun di kantor/rumah. Ketiga, dari segi project insight akan mempermudah semua pihak untuk melihat schedule maupun cost dari setiap fase yang sedang dikerjakan, dan yang terakhir adalah BIM membawa kemudahan untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang ada dengan lebih smart dan cepat.

Strategi WIKA yang juga signifikan dalam mendukung terwujudnya keberhasilan penerapan BIM dalam membangun Rumah Sakit Darurat Covid-19 dalam waktu singkat adalah penerapan teknologi modular. WIKA memiliki katalog produk dari anak perusahaannya yakni WIKA Modular yang dapat dimanfaatkan dalam BIM.

Dari katalog tersebut, BIM nantinya bertugas untuk mengkolaborasikannya dengan kenyataan di lapangan terkait kebutuhan prosedur ataupun spesifikasi. Dan terkait storage untuk data, WIKA memilih untuk menyediakan sendiri, karena untuk BIM memang membutuhkan kapasitas besar dan sistem keamanan yang sangat khusus.

Strategi keberhasilan lainnya adalah dengan adanya dukungan terkait implementasi BIM oleh jajaran Pimpinan WIKA melalui arahan untuk mewajibkan penerapan BIM sejak tahun 2019. Meskipun dalam implementasinya tidak mudah, namun semua lini terus-menerus secara kontinu diperkuat untuk dapat mengadaptasi penerapan teknologi BIM.

Penerapan teknologi BIM di WIKA juga dilakukan secara bertahap, tidak semua proyek menerapkan teknologi BIM secara menyeluruh. Jadi, terdapat perbedaan terkait konteks kedalaman pemanfaatan BIM di setiap proyek, sebagian proyek diterapkan BIM secara penuh, namun beberapa proyek lainnya hanya dilakukan pemodelan dan analisis saja.

Proses Interoperability BIM oleh Tim BIM WIKA dalam Pembangunan RS Darurat Covid-19 RSPP
Proses Interoperability BIM oleh Tim BIM WIKA dalam Pembangunan RS Darurat Covid-19 RSPP
image source : Channel Youtube SIBIMA Konstruksi

Pemanfaatan BIM tentu kita harapkan dapat digunakan di semua infrastruktur, serta dapat dilakukan oleh semua stakeholder terkait infrastruktur, mulai dari owner, kontraktor, maupun konsultan. Terkait hal ini, tentu disadari masih panjang jalan yang perlu dilalui untuk menuju BIM maturity yang diharapkan.

Memang bukan jalan yang mudah, namun tentu bukan hal mustahil. Oleh karenanya, Kementerian PUPR dalam hal ini sebagai “imam” dari pembinaan jasa konstruksi senantiasa gencar melakukan pembinaan terkait teknologi konstruksi, termasuk penerapan teknologi BIM, kepada masyarakat jasa konstruksi di seluruh Indonesia.