Direktorat Prasarana Strategis Pacu Penerapan BIM Pada Proyek Konstruksi

Ditprasstra - Direktorat Prasarana Strategis Pacu Penerapan BIM Pada Proyek Konstruksi - Archilantis

Direktorat Prasarana Strategis Pacu Penerapan BIM Pada Proyek Konstruksi

DITPRASSTRA – Di akhir semester tahun 2021, untuk pertama kalinya Direktorat Prasarana Strategis (Dit. Prastra) melelangkan salah satu proyek konstruksi Building Information Modeling (BIM) secara penuh (full-BIM mandatory).

Full-BIM Mandatory : Proses yang dilakukan oleh pemerintah ataupun organisasi atau badan usaha untuk mewajibkan penerapan BIM bagi kontraktor saat menyerahkan proyek mereka. Banyak negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Singapura, Cina, negara-negara Skandinavia (Norwegia, Denmark, Finlandia, dan Swedia, dll.), Prancis, Korea Selatan, dll. yang telah menerapkan proses Full-BIM Mandatory.

Sebelumnya, perencanaan teknis Pembangunan Gedung Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) juga telah disusun dengan BIM. Output perencanaan berupa Detail Engineering Design (DED) menjadi bagian tak terpisahkan dalam dokumen lelang, untuk menjadi referensi bagi para peserta lelang untuk pemodelan 3D, serta penyiapan metode dan jadwal konstruksi.

Detail Engineering Design (DED) dalam Pekerjaan Konstruksi dapat diartikan sebagai produk dari konsultan perencana, yang biasa digunakan dalam membuat sebuah perencanaan (gambar kerja) detail bangunan sipil seperti gedung, kolam renang, jalan, jembatan, bendungan, dan pekerjaan konstruksi lainnya.

Direktur Prasarana Strategis Iwan Suprijanto menyatakan bahwa Dit. Prastra harus selalu menjadi yang terdepan dalam proses transformasi digitalisasi konstruksi di Kementerian PUPR dengan selalu menginisiasi paket-paket perencanaan dan konstruksi sebagai “playground” penerapan BIM.

Apa arti transformasi digital? Transformasi digital adalah penggunaan teknologi untuk mentransformasi proses analog menjadi digital. Transformasi digital lebih merujuk pada cara teknologi merevolusionerkan bisnis dengan berbagai bidang teknologi yang baru seperti Machine Learning, Big Data, dan Internet untuk segala hal.

“Dengan berbagai manfaat yang dimiliki BIM ini, seperti kemudahan kolaborasi antar pelaku proyek, kemampuan visualisasi untuk mempermudah koordinasi, dan menginformasikan clash detection untuk langkah awal mitigasi, kita ingin mendorong penerapannya agar lebih masif di Direktorat Jenderal Cipta Karya”, tegas Iwan.

Proyek konstruksi Gedung UNU ini dilaksanakan oleh BPPW DI Yogyakarta secara kontrak tahun jamak (MYC) 2021 – 2022. Selain dipersiapkan juga untuk mengantongi sertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) berperingkat Utama, dengan diterapkannya BIM sejak tahap perencanaan sampai dengan konstruksi, diharapkan dapat memberikan contoh yang baik (best practices) bagi proyek lainnya, memudahkan kontraktor untuk mengembangkan BIM model pada tahap konstruksi, serta bermanfaat untuk efisiensi dan kemudahan operasionalisasi bangunan tersebut oleh pengguna.

Bangunan Gedung Hijau (BGH) adalah bangunan dimana dalam perencanaan, pembangunan, pengoperasian serta dalam pemeliharaannya memperhatikan aspek – aspek dalam melindungi, menghemat, mengurangi penggunaan sumber daya alam, menjaga mutu baik bangunan maupun mutu dari kualitas udara di dalam ruangan, dan memperhatikan kesehatan penghuninya yang semuanya berdasarkan kaidah pembangunan berkelanjutan. Gedung yang ramah terhadap alam, lebih sehat untuk penghuni dan lingkungan.

PUPR – Sigap Membangun Negeri
Sumber : Instagram ditprasstra