Cara Menjelaskan BIM ke Nenek Anda

Cara Menjelaskan BIM dengan mudah ke Nenek Anda - archilantis

Cara Menjelaskan BIM ke Nenek Anda

Cara menjelaskan BIM | BIM adalah sebuah akronim, kepanjangan dari Building Information Modelling. BIM sangat sering dibicarakan pada akhir-akhir ini dan menjadi trend serta hype di dunia konstruksi Indonesia, tapi ketika ditanyakan apa maksud dan definisi dari BIM, maka akan didapati banyak perbedaan dari tiap-tiap orang yang ditanya tentang hal tersebut.

Menjelaskan konsep BIM kepada semua orang terkadang butuh tips, triks serta pendekatan tertentu agar BIM bisa mudah dimengerti sekalipun oleh nenek, kakek, teman bahkan bos anda sekalipun.

Bagaimana cara menjelaskan BIM ke nenek Anda ?

Berikut ini adalah sedikit cerita yang bisa sedikit membantu Anda.
Catatan : Konten berisi iklan penting yang sangat sayang jika dilewatkan !


Bayu, BIM dan Nenek

Nenek: Nak, nenek liat kamu sering ikutan webinar yang apa tuh BIM-BIM kayak gitu apa sih itu nak?

Bayu: Oh Iya nek… aku ikutan webinar tentang “BIM” nek, jadi “BIM” itu adalah kependekan dari Building Information Modeling – dan hmmmm…….

Nah.. jadi mikir khan? Lalu Saya jadi teringat waktu di SMU guru saya pernah memberi tahu tentang prototipe, hmmm coba deh mulai dari ini….

Karena hampir setiap industri manufaktur kita dilatih untuk membuat prototipe dahulu sebagai percobaan beberapa kali sebelum kita membuat produk akhir.

Bayu: Gini lho nek, BIM itu kayak prototipe, maksudnya adalah kita bisa nemuin kesalahan dan mengurangi biaya sebelum membuat versi benernya.

Waktu SMU, saya bersama teman-teman sekolah pernah kunjungan ke pabrik TOYOTA di Cikarang untuk melihat beberapa prototipe mobil sebelum dibuat.

Konsep BIM Prototipe ini keren banget, tetapi saya memilih untuk bekerja di industri desain dan konstruksi – bukan di manufakturnya, karena saya terbiasa mendesain dan menyelesaikan semua kesalahan selama proses konstruksi berlangsung.

Seperti yang kita ketahui, pengerjaan berulang-ulang termasuk mempunyai andil besar dalam penentuan harga dan kontrak, malah kadang – kadang sekitar 30% dapat terbuang percuma.

Kembali ke obrolan dengan nenek.

Nenek: Lalu kamu bikin prototipe satu bangunan gituh?!?

Bayu: Iyah nek… [tarik napas panjaaaaaaaang…. mikir lagi]. Jadi aku tuh bikin prototipe digitalnya nek.

Nenek: Prototipe digital? Apaan tuh, kayak gimana?!?

Bayu: Gini nek, sebentar aku tunjukin contohnya aja?
(56 detik kemudian…)

Nenek: Oh begitu, jadi BIM itu kayak program yang di laptop kamu “Archicad“?

Bayu: Bukan nek!

Nenek: BIM cuma cara kamu biar cepet bikin gambar kerja 2D ??

Bayu: Duuuh… bukan juga neek!

Bayu: Gini nek, maafin aku kayaknya ngasih contoh tadi malah jadi membingungkan buat Nenek. BIM sebenarnya jauh lebih dari sekadar membangun prototipe digital.

Jadi setelah model 3D dibuat, model ini dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, mulai dari kebutuhan tender proyek hingga menganalisa bagaimana pergerakan orang dalam bangunan dan memeriksa deteksi bentrokan / clash detection hingga secara otomatis membuat perkiraan jumlah biaya konstruksi – ini yang keren nek!

BIM sering digunakan pada :

Contoh penggunaan BIM - Archilantis

Nenek: Oke, sekarang Nenek jadi mulai bingung deh! Lalu kamu ngaturnya gimana?

Bayu: Iyah nek – Jadi aku bersama team BIM aku, menyederhanakannya dengan menggunakan software PLANNERLY jadi kami membuat BIM Execution Planning (BEP) untuk mendapatkan konsep who, what, when, where dan why di project kami.

Nenek: Kayaknya BEP sangat penting yah dari penjelasan kamu tadi? – harus direncanakan sejak awal?

Bayu: Itulah nek, sangat menarik memang karena semua hal penting harus direncanakan dari awal dan menggunakan PLANNERLY sebagai solusi BEP project BIM kami.


Sepertinya Nenek saya sekarang sudah mengerti lebih banyak tentang BIM. Untuk berjaga-jaga jika Anda membutuhkan detail lebih lanjut, di sini adalah jawaban yang lebih formal dari Kamus BIM :

Building Information Modeling (BIM) adalah seperangkat teknologi, proses dan kebijakan yang memungkinkan banyak pemangku kepentingan untuk secara kolaboratif merancang, membangun dan mengoperasikan Fasilitas dalam ruang virtual.

Ini adalah proses berbasis model 3D informatif yang biasanya memerlukan BIM Execution Plan (BEP) untuk pemilik, arsitek, insinyur, dan kontraktor atau profesional konstruksi dalam merencanakan, merancang, membangun, dan mengelola bangunan dan infrastruktur agar lebih efisien.

Baca juga : Apa itu BIM ?

Demikianlah cara menjelaskan BIM ke nenek Anda. Jangan lupa segera daftarkan diri Anda ke PLANNERLY untuk segera menyusun BEP dengan baik dan benar, dan dapatkan dukungan penuh dari ARCHILANTIS buat kamu yang ingin mendalami software PLANNERLY untuk proyek nge-BIM kamu.
(RHBW)

Untuk mendapatkan produk Plannerly + full support berbahasa Indonesia, silahkan hubungi Archilantis :
Call / WA : +6281513322013
Email : sales@archilantis.com
Contact Form : Klik di sini

Untuk melihat artikel lainnya seputar BIM, bisa Anda lihat di sini : Info & Berita