Informasi & Berita

Cara Memperkenalkan Teknologi BIM

Cara Memperkenalkan Teknologi BIM

Teknologi BIM | Anggap saja kamu mempunyai cukup dana untuk membeli beberapa software BIM dan mempunyai cukup waktu untuk menerapkan implementasi BIM dalam workflow kamu. Lalu apalagi yang dibutuhkan selain itu? Ternyata proses ini juga membutuhkan team yang berisikan orang-orang yang mempunyai SDM (sumber daya manusia) yang baik.

Semakin kita menyadari bahwa BIM bukan hanya sebuah model 3D atau program dalam software tertentu. Bahwa ini bukan cuma visualisasi atau presentasi yang indah di mana kita dapat melihat bagaimana semuanya terlihat sempurna. BIM utamanya adalah sangat tergantung “cara pandang” ORANG itu sendiri.

Dalam artikel ini, kami akan coba menyajikan beberapa ide bagaimana kita dapat meyakinkan orang-orang yang bekerja dengan kita untuk menggunakan dapat menggunakan teknologi baru ini. kami juga akan menyajikan contoh situasi dari pengalaman kami, di mana tindakan yang diambil terbukti berhasil dan membawa dampak baik yang kami harapkan.

Untuk menyederhanakan topik ini, mari kita asumsikan bahwa kita mendapat dukungan dari manajemen perusahaan / organisasi tempat kita bekerja, baik dalam visi dan strategi untuk mengimplementasikan BIM dan kita pun berkeinginan melakukannya di kantor atau di proyek tempat kita bekerja.

Baca dulu : Apa itu BIM

Cara Memperkenalkan Teknologi BIM

1. Temukan pemimpin sejati

pemimpin-sejatiSetiap kelompok karyawan/pekerja pasti memiliki sosok pimpinan formal dan pimpinan informal. Kadang-kadang mungkin keduanya adalah orang yang sama (idealnya seperti itu) tetapi dalam banyak kasus, pemimpin informal ini tidak memegang posisi senior dan hanya bekerja bersama dengan staf lainnya. Tetapi dia memiliki pengalaman, banyak mengenal orang, memiliki keterampilan sosial yang tinggi dan biasanya sedikit karismatik. Hanya dengan satu kalimat, banyak orang yang akan mengikutinya.

Tugas kamu adalah menemukan pimpinan seperti itu dan meyakinkan dia tentang visi kamu. Libatkan dia dalam pekerjaan penerapan teknologi BIM yang kamu inginkan dan minta dia ada di pihak kamu, ini yang akan membuat implementasi lebih mudah diterapkan.

Contoh:
Anggap ini terjadi di proyek konstruksi, kamu merencanakan untuk menjalankan sebuah proyek tanpa membuat gambar, hanya berdasarkan model 3D. lalu kamu langsung pergi ke lokasi proyek.

Persiapkan diri kamu untuk menerima keadaan yang berbeda sehingga muncul komentar seperti: “kamu tidak dapat membangun tanpa ada gambar dokumentasi (konvensional).”

Namun, jangan berkecil hati. Jika kamu mengenal dengan baik tim dan pemimpin informal mereka, undang dia dalam meeting dan tunjukkan peluang serta tantangan membangun berdasarkan teknologi BIM. Jika kamu belum terbiasa dengan orang-orang ini, luangkan waktu mengunjungi proyek atau minta bantuan manajemen proyek tersebut untuk menemukan kamu dengan pimpinannya. Ketika kamu berhasil meyakinkan mereka tentang teknologi BIM dan terlibat dalam proses implementasinya, kamu sudah mendekati kesuksesan.

2. Berikan tanggung jawab dan kebebasan untuk memilih

tanggung-jawabSaat membuat sebuah perencanaan, kebanyakan dari kita lebih suka mempelajari situasi secara menyeluruh, memikirkannya, lalu membuat daftar tugasnya. Tetapi terkadang cukup dengan mendelegasikan tugas-tugas tersebut dan hanya menunggu hasil yang kita asumsikan.

Namun, rasanya tidak ada satupun dari kita yang nyaman menerima perintah alakadarnya dan disaat yang sama merasa dibutuhkan dalam komitmen yang terikat.

Untuk memotivasi rekan kamu, libatkan mereka dari awal proses dalam pengambilan keputusan. Perubahan kecil, seringkali tidak terlalu masalah untuk perusahaan itu sendiri, dalam membuat keterlibatan peran besar tersebut dalam pekerjaan sehari-hari karyawan. Pada nantinya banyak orang akan merasakan keterikatan dan kesetiaan yang jauh lebih besar untuk mencapai tujuan mereka ketika mereka diizinkan untuk mengambil bagian dalam persiapan implementasi yang mereka rencanakan sendiri.

Contoh:
Saat menjalankan proyek tanpa gambar, semua informasi akan diekstraksi dari sebuah 3D model. Di lokasi konstruksi akan dibutuhkan, antara lain, daftar tulangan, yang sebelumnya diberikan pada gambar konvensional dari desainer.

Sekarang, persiapan akan dilakukan oleh teknisi konstruksi, manajer BIM, atau mandor.
Bagaimana ini bisa dilakukan? kamu memiliki dua pilihan: mempelajari topik sendiri dan meneruskan solusi yang sudah FINAL kedalam proyek, atau… libatkan mereka yang akan bekerja dengan langsung mempraktekkannya, dan memberi mereka tanggung jawab masing-masing untuk menemukan masalahnya.

Minta mereka untuk mengusulkan solusi, termasuk perangkat lunak yang akan dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

Pada akhirnya, mereka akan semakin terlibat dengan proses ini dalam pekerjaan mereka sehari-hari, jadi dengan memberikan kepada mereka kebebasan pilihan dan memutuskan bagaimana permasalahan dapat diselesaikan. Walaupun perusahaan memilih solusi yang berbeda, melibatkan tim dari awal dapat memberikan mereka motivasi dan pengertian lebih lanjut dalam tugas-tugas mereka sendiri.

Baca juga : Archicad, Sketchup atau Revit ?

3. Ciptakan suasana yang adaptif terhadap perubahan

adaptasiSayangnya atau Untungnya? Dunia ini sedang berubah, baik melalui pengembangan dan penggunaan teknologi baru setiap hari bahkan pandemic ini merubah segalanya. Siapa pun yang tidak menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar tidak akan kompetitif.

Banyak studi yang membahas topik perubahan dalam organisasi yang menekankan pada penciptaan suasana kebutuhan akan perubahan. Ini berarti bahwa situasi saat ini berada pada tingkat yang tidak dapat diterima untuk terus berlanjut alias harus segera berubah!

Bagaimana cara menciptakan suasana yang adaptif untuk berubah? Ini dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

Identifikasi apa yang ingin kamu lakukan perubahan dan kemudian fokus pada cara mengkomunikasikannya. Berikan alasan perubahan kepada semua pihak yang berkepentingan, termasuk skenario terburuk jika hal tidak jadi diterapkan. Ini mungkin berupa penurunan penjualan, proses yang tidak efektif, kurangnya daya saing yang mengakibatkan tidak bisa mendapatkan tender baru dan dengan demikian bisa mengurangi jumlah karyawan dan staf.

Dengan menunjukkan alasan perubahan dan didukungnya dengan data terperinci, tujuan kamu adalah menciptakan suasana pemahaman di mana orang harus berpikir bahwa, “Saya memahami apa alasan untuk berubah dan mengapa kita tidak bisa melanjutkan situasi saat ini lagi. ”

Langkah selanjutnya adalah membuat visi untuk masa depan setelah melakukan perubahan. Tunjukkan seperti bagaimana melakukan pekerjaan dengan cara yang lebih baik dan lebih efektif. Apa peluang dalam pengembangan organisasi dan pengembangan karyawan secara individu? Bagaimana orang akan melihat suasana kerja sehari-hari di perusahaan yang dikelola dengan baik dan inovatif sehingga dapat dikagumi oleh perusahaan lain?

Baca juga : Bim for Gaming

4. Buatlah penghargaan kecil (semacam reward)

reward_penghargaanSebagai seorang manajer yang sedang memperkenalkan teknologi baru, sangat penting untuk menunjukkan ketertarikan pada pekerjaan timnya. Tidak perlu berlebihan dalam menilai anggota tim kamu untuk setiap tugasnya, tetapi cukup komunikasikan apa yang dilakukan mereka dan bicarakan tentang tantangan sehari-hari yang mereka lalui dan bagaimana mereka menghadapinya.

Lalu apa itu ‘penghargaan kecil’?

Ini sekedar contoh saja, misalnya, Tim dapat memenangkan tender, mengirimkan dokumentasi tepat waktu, atau mencapai LOD (Level of Detail / Development) model yang diperlukan.

Keberhasilan menggunakan software BIM dan pertama kalinya bisa membuat daftar pembesian, konstruksi pondasi dengan 3D modeling, semua ini dapat dianggap sebagai keberhasilan atau pencapaian dalam proses implementasi.

Bagusnya adalah dengan melakukan hal ini tidak dibutuhkan banyak effort yang kamu butuhkan hanyalah sering melakukan meeting seluruh tim, mengajukan beberapa kata dan pujian yang bagus, minum kopi terbaik dan sedikit cemilan, atau meeting sambil presentasi tentang pekerjaan yang sudah dijalankan dengan baik. Mungkin banyak opsi atau cara lainnya, tetapi konsep ini tujuannya adalah satu, untuk menghargai pekerjaan sehari-hari yang sudah dilakukan oleh tim serta proses saling memotivasi satu sama lain dan menyenangkan bersama dengan tim setelah apa yang kita lakukan

KESIMPULAN-NYA

Sekalipun kamu punya waktu dan uang, tetapi tidak memiliki tim yang baik dan benar, proses BIM tidak akan banyak membantu atau mengubah workflow kamu menjadi lebih baik. Ujung-ujungnya cuma dan hanya menjadi alat tambahan yang ‘harus/wajib’ digunakan hanya karena diperintah oleh seseorang di posisi yang lebih tinggi memutuskan demikian.

Itulah mengapa sangat penting untuk bekerja dengan orang-orang yang mempunyai visi yang sama, untuk dapat mengkomunikasikan visi kita dengan jelas dan menghadapi banyak tantangan baru bersama.

Ingatlah bahwa BIM adalah proses, proses untuk mencapai tujuan. Tujuan tersebut hanya dapat dicapai dengan tim yang dikelola dengan baik dan terkoordinasi dengan baik.
(RHBW)

Related Articles

Back to top button