Informasi & Berita

BIM Workflow, Surga atau Neraka ?

BIM WORKFLOW, SURGA atau NERAKA?

BIM Workflow | Mengapa tidak semua firm, biro, perusahaan atau perorangan “merasa berani” untuk beralih ke BIM?

Semua orang pasti sepakat bahwa ketika dijelaskan mengenai konsep BIM yang sederhana pasti akan bereaksi “OK konsep ini sangat menarik efektif dan masuk akal…”

Akan tetapi selalu di benak kecil mereka dihantui oleh perasaan apakah metode BIM ini akan selalu berhasil dan tidak pernah gagal?

Akhir-akhir ini banyak trend sering terdengar, baik dalam lingkungan profesional, grup komunitas dan berbagai grup seperti Whatsapp maupun Telegram yang menginformasikan bahwa sudah mulai terlihat pergerakan yang cukup signifikan tentang penerapan BIM yang cukup agresif di lingkungan pekerjaan dan profesi mereka dengan berbagai dampak buruk ketika mereka tidak menemukan manfaat nyata dari implementasi BIM itu sendiri, bahkan alur kerja serta hasilnya menjadi sangat buruk dibandingkan mereka melakukan metode lama (JADUL). 

Masalah yang terjadi adalah pemahaman konsep BIM dan penerapannya tidak dilakukan dengan baik dan tertata dengan rapi. Banyak penggunaannya hanya berhenti di modelling saja dan tidak mengembangkan modeling itu sebagai alur kerja berkelanjutan, sehingga ketika deadline terjadi maka mereka banyak beralih kepada teknik 2D kembali yang hasilnya menjadi bahkan lebih buruk ketika mereka belum menggunakan BIM.

Kunci yang perlu kita ketahui di sini adalah bagaimana kita harus berani dan mengambil keputusan serta keuntungan atas pengembangan modelling yang sudah kita buat dalam workflow BIM itu sendiri, intinya harus dicoba terus menerus atau mencari mentor yang baik.

Tips ini dapat kamu lihat di artikel 10 Persiapan UTAMA untuk nge-BIM

Jadi apakah BIM WORKFLOW kami sudah baik? (RHBW)

 

Related Articles

Back to top button