Informasi & Berita

BIM & Virtual Reality / Realitas Maya

BIM & Virtual Reality

BIM & Virtual Reality | Banyak platform BIM saat ini menawarkan kemampuan platformnya untuk mendukung penyajian atau delivery product presentation menggunakan VR (Virtual Reality) technology.

Lalu, apa itu VR ? dan bagaimana BIM platform ini mengadaptasi dan mengadopsi teknologi ini serta bagaimana penggunaannya juga apa saja manfaat kita menggunakan teknologi VR ini dalam BIM proses yang kita lakukan? kemudian, apa aja yang harus dipersiapkan untuk dapat menggunakan fitur dari teknologi ini ?

Yuukk kita kupas dan bedah bersama..

Apa itu Virtual Reality (VR) ?

virtual reality - realitas maya - archilantisVirtual Reality (VR) juga dapat disebut sebagai Realitas Virtual dan atau juga Realitas Maya, adalah teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer (computer-simulated environment), dimana suatu lingkungan sebenarnya yang ditiru atau bisa juga merupakan suatu lingkungan yang hanya ada dalam imajinasi.

Lingkungan realitas maya terkini umumnya menyajikan pengalaman visual yang ditampilkan pada sebuah layar komputer atau melalui sebuah penampil stereo-kopik, akan tetapi, beberapa simulasi mengikutsertakan tambahan informasi hasil penginderaan seperti suara melalui speaker atau headphone.

Beberapa sistem haptic canggih sekarang meliputi informasi sentuh, biasanya dikenal sebagai umpan balik / feedback kekuatan pada aplikasi simulasi dan medis. Para pemakai dapat saling berhubungan dengan suatu lingkungan sebetulnya atau sebuah artifak maya baik melalui penggunaan alat masukan baku seperti, papan ketik (keyboard) dan tetikus (mouse) atau melalui alat multimoda seperti, sarung tangan terhubung dengan kabel, Polhemus boom arm dan ban berjalan segala arah.

Lingkungan yang ditirukan dapat menjadi mirip dengan dunia nyata, sebagai contoh, simulasi untuk pilot atau pelatihan pertempuran dapat sangat berbeda dengan kenyataan seperti di VR permainan / game.

Dalam praktiknya, sekarang ini sangat sukar untuk menciptakan pengalaman Realitas maya dengan kejernihan tinggi karena keterbatasan teknis atas daya proses, resolusi citra dan lebar pita komunikasi.

Akan tetapi kekurangan itu tergerus dengan perkembangan serta evolusi teknologi yang terus berkembang dari waktu ke waktu, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan penggunaan Realitas Maya / Virtual Reality / Realitas Virtual yang semakin luas, tidak hanya untuk kebutuhan game atau simulasi.

Kebutuhan untuk menampilkan Virtual Reality / Realitas Virtual ini dalam nge-BIM menjadi sebuah kebutuhan untuk menampilkan dan “merasakan” lingkungan yang didevelope desainnya sebelum terbangun sepenuhnya atau bahkan sebelum project konstruksi itu dimulai.

Asal istilah Realitas Maya / Virtual Reality (VR) tidak pasti.

Pengembang Realitas Maya, Jaron Lanier mengakui bahwa ia menggunakan istilah itu pertama kali. Suatu istilah terkait digunakan oleh oleh Myron Krueger, “kenyataan tiruan”, telah digunakan sejak 1970-an.

Konsep tentang Realitas Maya telah dipopulerkan media massa melalui film seperti Brainstorm dan Lawnmower man. Riset mulai berkembang pada tahun 1990-an dan termotivasi sebagian oleh buku nonfiksi seperti Realitas Maya oleh Howard Rheingold. Buku ini menjelaskan perihal Realitas Maya dan membuatnya lebih dapat dimengerti penggemar dan peneliti.

Virtual Reality / Realitas Maya bekerja dengan memanipulasi otak manusia sehingga seolah-olah merasakan berbagai hal yang virtual terasa seperti hal yang nyata. Bisa dibilang, virtual reality merupakan proses penghapusan dunia nyata di sekeliling manusia, kemudian membuat si pengguna merasa tergiring masuk ke dunia virtual yang sama sekali tak bersentuhan dengan dunia nyata. Untuk dapat melakukan hal ini, tentu dibutuhkan berbagai perangkat tambahan.

Ada 4 elemen penting dalam Virtual Reality / Realitas Maya, yaitu:

Virtual World

Sebuah konten yang menciptakan dunia virtual dalam bentuk screenplay maupun script.

Immersion

Sebuah sensasi yang membawa pengguna teknologi virtual reality merasakan ada di sebuah lingkungan nyata yang padahal fiktif. Immersion dibagi dalam 3 jenis, yakni :

  • Mental immersion, membuat mental penggunanya merasa seperti berada di dalam lingkungan nyata.
  • Physical immersion,membuat fisik penggunanya merasakan suasana di sekitar lingkungan yang diciptakan oleh virtual reality tersebut.
  • Mentally immersed, memberikan sensasi kepada penggunanya untuk larut dalam lingkungan yang dihasilkan virtual reality.

Sensory Feedback

Berfungsi untuk menyampaikan informasi dari virtual world ke indera penggunanya. Elemen ini mencakup visual (penglihatan), audio (pendengaran) dan sentuhan.

Interactivity

Bertugas untuk merespon aksi dari pengguna, sehingga pengguna dapat berinteraksi langsung dalam medan fiktif atau virtual world. Pemakai melihat suatu dunia semu yang sebenarnya adalah gambar-gambar bersifat dinamis.

Melalui Headphone atau speaker, pendengar akan mendengar suara yang realistis. Melalui headset, glove, dan walker, semua gerakan pemakai dipantau oleh sistem yang akan memberikan reaksi yang sesuai sehingga pemakai seolah-olah merasakan pada situasi yang nyata, baik secara fisik maupun psikologis.

Virtual Reality / Realitas Maya sendiri memiliki efek negatif yaitu Cybersickness. Cybersickness adalah gangguan yang sering dialami dalam penggunaan Virtual Reality.

Penderita akan merasa ketegangan mata dan bahkan disertai rasa pusing. Terkadang penderita secara psikologis masih terbawa pada suasana semu walaupun sebenarnya penderita sudah kembali ke dunia nyata.

Jadi, gangguan ini tidak boleh dianggap remeh karena penderita biasanya susah kembali ke dunia nyata dan selalu terbayang dalam dunia semu.

BIM & Virtual Reality / Realitas Maya

BIM & Virtual Reality - realitas maya - archilantisAlat pintar (Smart Devices), Cloud System dan juga Virtual Reality menjadi sebuah rangkaian jalan menuju sebuah batas baru (new frontier) di dunia konstruksi saat ini.

Setelah mengupas sedikit apa itu Virtual Reality / Realitas Maya di atas, maka coba bedah juga dan kaji sedikit bagaimana VR / RM ini berinteraksi dengan BIM dan bagaimana juga VR / RM ini memberikan banyak keuntungan dalam proses ngeBIM.

Let’s check it out..

Sensasi dan pengalaman lingkungan buatan telah banyak dimanfaatkan secara luas dan multi penggunaan dan juga banyak tujuan serta bidang dalam pemanfaatannya, diantaranya adalah game, kedokteran, aviasi maupun Industri lainnya.

Sementara itu, sektor konstruksi mulai menggeliat dan memakai VR / RM sebagai bagian dari proses BIM, namun hal ini bukan tanpa resiko. Akan tetapi bukti-bukti menunjukkan bahwa penggunaan VR / RM juga mendorong transformasi digital pada sektor ini.

Kombinasi antara BIM & Virtual Reality / Realitas Maya ini dapat dikatakan sebagai kombinasi terbaik (winning combination). Hal ini dikarenakan kombinasi ini membawa banyak sekali keuntungan, diantaranya adalah memverifikasi penggunaan ruang dan koordinasi sejak awal, membuat kontrol kapiler dan mendapat banyak feedback mengenai project yang kemudian meminimalkan kesalahan desain sebelum pindah ke tahapan dimana secara real project tersebut dilaksanakan. Ini adalah beberapa contoh keuntungan yang didapatkan dalam penggunaan VR / RM dalam BIM.

Selain itu, untuk owner / pemilik / pemberi pekerjaan, pengenalan atau pemanfaatan teknologi VR / RM ini menawarkan kesempatan untuk mengalami bagaimana proyek itu dibangun dan juga setelah terbangun sejak tahap awal, disaat project itu masih dalam tahap desain.

Hal ini juga berarti bahwa project akan terlihat lebih realistis daripada model 3D umumnya yang tersaji pada layar komputer, sementara itu juga banyak masalah akan dapat diidentifikasi dan diselesaikan pada tahap awal.

Keuntungan lebih lanjut dari interaksi VR / RM dan BIM

  • Persetujuan proyek lebih cepat.
  • Hubungan pelanggan yang lebih baik dan tingkat kepuasan pelanggan yang lebih tinggi.
  • Penghematan waktu dan pengurangan biaya.

Desainer dan engineer dapat menggunakan VR pada berbagai tahap proses desain, pada Level of Detail (LOD) yang berbeda. Sebagai contoh, pengalaman VR dapat terjadi di ruang non-foto realistik, hanya untuk mendapatkan rasa hubungan spasial dan massa. Atau pengalaman itu bisa sangat nyata dan mendalam.

Perusahaan dan atau profesional yang sudah menggunakan BIM pada kesehariannya, tentunya harus paham bahwa dalam kerangka menggunakan dan mendapatkan pengalaman VR / RM, banyak sekali opsi dan pilihan.

Mulai dari platform BIM yang digunakan, portabilitas dan kompatibilitasnya dengan software pendukung model converting to VR / RM-nya, juga masalah hardware pendukungnya.

Sebagai contoh, Archicad dengan BIMx-nya yang dapat menggunakan banyak media dan device, mulai dari smartphone dan VR / RM e-google board hingga menggunakan device khusus seperti Oculus Rift, Samsung Gear VR, HTC Vive, Microsoft HoloLens dan masih banyak lagi lainnya.

Note : Tabel di bawah ini disarankan menggunakan view desktop, jika menggunakan mobile / handphone, silahkan geser ke kanan untuk melihat perbandingan tabelnya.

Twinmotion Enscape Fuzor VR Collab Lumion BIMx
Connection
Native ARCHICAD support
ARCHICAD Add-in (Plugin)
ARCHICAD LiveSync
BIMx Hyper-Model
Editing options
Material library
Object library
Set Date / Time in VR
Change weather in VR
Section planes
Hide single objects
View modes
Walking mode
Fly-Through mode
X-ray mode
360° VR Image / Video
Project coordination
Online multi user collaboration in VR
Coordination reports
3D Mark ups
BIM Object Data
4D Construction Simulation
Project portability
Portable standalone file
Supported hardware
HTC Vive / Pro
Oculus Rift
Oculus Go
Windows Mixed Reality
Google Cardboard
Supported OS
Windows
macOS
Mobile application
iOS / Android

Begitu juga dengan platform BIM lainnya.

Berbagai macam alat ini memungkinkan arsitek, engineer dan klien untuk memiliki pengalaman 3D yang sepenuhnya mendalam dan menawarkan kesempatan untuk secara virtual melintasi seluruh bangunan dan mengakses semua informasi yang relevan.

Aspek mendasar ketika kita perlu memantau biaya dan memenuhi tenggat waktu, memastikan semuanya dirancang dan direncanakan.

Pengambilan gerak secara real time adalah salah satu fitur utama dan ini memungkinkan pengguna untuk bergerak di lingkungan virtual yang seolah-olah itu nyata tanpa menggunakan mouse dan keyboard ketika “menjelajahi” kamar dan keseluruhan bangunan.

Beberapa sistem bahkan telah mengembangkan sistem sensor seluruh tubuh dengan beberapa sensor yang terhubung, membuat pengalaman senyata mungkin.

Lalu, kemudian ada Mixed Reality (MR) yang memadukan kenyataan dengan gambar virtual dan hologram dan telah semakin menjadi lebih umum dalam proses BIM. Pendekatan ini membantu pengguna untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang konstruksi bangunan atau komponen internal apa pun.

Teknologi ini akan dapat berkembang dan berevolusi dari waktu ke waktu untuk memberikan lebih banyak dan lebih banyak detail, seperti informasi produk dan perencanaan, yang akan berguna selama fase desain dan sepanjang siklus hidup bangunan.

Tantangan BIM & Virtual Reality / Realitas Maya

Lalu pertanyaannya kemudian, bagaimana tantangannya dalam mengadopsi VR / RM dalam proses BIM ?

Tantangan utamanya tentu saja biaya atau cost. Akan tetapi seiring dengan perkembangan teknologi dan inovasi yang dilakukan, maka biaya adopsi teknologi ini akan turun signifikan dan tentunya akan memudahkan dalam mengadaptasi dan mengadopsi teknologi ini dengan segala benefit dan keuntungannya.

Tantangan yang tidak kalah fundamentalnya juga sesungguhnya bukan pada teknologi VR / RM-nya tapi lebih kepada kelambatan pengadopsian BIM secara keseluruhan dan permasalahannya tidak lain dan tidak bukan lebih kepada kontroversi pemakaian BIM di tengah-tengah metode dan cara tradisional (konvensional) lama yang mengikat, yang membuat tidak mudah untuk berubah.

Pada dasarnya BIM bukan hanya sekedar teknologi inovatif, tetapi merupakan cara kerja baru. Ini dimulai dari pendekatan baru untuk kolaborasi antara desainer melalui interoperabilitas perangkat lunak, integrasi antara proses dan keberlanjutan.

Model BIM berisi dan mengintegrasikan informasi parametrik mengenai bangunan dan komponennya seperti lokasi geografis, geometri, sifat bahan dan elemen teknis, fase konstruksi, operasi pemeliharaan, dll.

Pada faktanya, partisipasi aktif, akses ke informasi terbaru dan koordinasi yang dibuat dengan saling berbagi model tunggal, secara drastis mengurangi kesalahan dan inkonsistensi, dan pada akhirnya menghindari banyak perubahan yang berujung pada menurunnya biaya desain.

Itulah sebabnya, tidak peduli apakah praktik besar atau kecil, efisiensi alur kerja BIM akan sangat meningkatkan produktivitas dan kinerja.

Nahh.. dengan segala benefit ini tentunya VR / RM adalah suatu keniscayaan dalam proses BIM yang dilakukan tentunya dengan segala benefit nya ini membuat makin menarik juga menguntungkan untuk diadopsi.

Have nice and lovely BIM… stay health, keep on distance, stay at home and happy BIMers
(Pad-1)

Related Articles

Back to top button