Informasi & Berita

BIM Untuk Pertahanan Negara | Archilantis

BIM Untuk Pertahanan Negara | Archilantis

BIM Untuk Pertahanan Negara | Agustus, bulan dimana Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dan menjadi puncak perjuangan para pejuang dalam membebaskan Indonesia dari cengkeraman penjajahan kolonial belum lama berlalu. Walau dalam keadaan pandemik COVID-19 yang mendera bangsa kita, semangat dan gelora kemerdekaan masih tetap membucah di dada setiap warga negara.

Ini merupakan waktu yang tepat bagi kita membicarakan pertahanan nasional untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih dengan darah dan air mata juga jiwa para pejuang dan pendahulu kita. Menjadi penting ketika kita juga membahas tentang BIM dengan segala aspek, sisi, kacamata dan manfaat yang terkandung didalamnya, dalam kerangka Pertahanan Nasional.

BIM juga dapat menjadi “jalan” dalam memperkokoh dan memperkuat sistem pertahanan negara / nasional. Bagaimana caranya, dan bagaimana BIM dapat turut serta memperkuat sistem Pertahanan negara ? Mari kita simak bersama-sama.. BIM..BIMers.. goo..

Pertahanan Negara dan BIM

Pada sebuah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Australia, pada tahun 2013, bulan September di Canberra, konferensi yang diadakan oleh kementrian pertahanan Australia memaparkan bahwa peran BIM dalam mendukung pertahanan nasional sangat luar biasa. Hal ini kemudian menjadi mandatory untuk semua pengerjaan infrastruktur Pertahanan di Australia untuk dapat mengimplementasikan teknologi BIM.

Konsep membangun sesuatu dua kali (saat ini dikenal sebagai digital twin), sekali secara virtual, berpotensi memberikan manfaat yang besar,” menurut Brigadir Darren Naumann, pelaksana tugas Kepala Divisi Infrastruktur Kelompok Dukungan & Reformasi Pertahanan pada tahun 2013.

Jika Anda dapat menemukan kesalahan Anda ketika itu terjadi desain di komputer itu ide yang bagus.” lanjutnya.

Brigadir Darren Naumann juga mencatat dalam pidatonya di KTT ADM Defense Support Services 2013. “Dengan BIM, kami pikir ada banyak hal yang dapat kami peroleh sebagai sebuah industri dari ini dan kami sangat ingin melihatnya berkembang ke titik di mana kami mencapai beberapa manfaat yang signifikan.

Beberapa contoh terbaru (dan sedang berlangsung) dimana BIM telah berhasil digunakan oleh divisi pertahanan termasuk infrastruktur untuk platform pengawasan maritim Boeing P-8A Poseidon yang diakuisisi di bawah proyek 7000 Tahap 2B, pembangunan fasilitas penopang / pendukung untuk doking kapal pendarat amphibi kelas Canberra (Kapal LHD) diperoleh melalui proyek JP2048 dan program Relokasi Unit Moorebank (MUR) skala besar, yang akan membuat unit-unit yang berbasis di Moorebank – termasuk sekolah teknik militer – dialihkan ke fasilitas baru yang dibangun khusus di Holsworthy Barracks di barat Sydney.

bim untuk pertahanan negara - bim for national defence - archilantis

Pemodelan tiga dimensi yang merupakan komponen paling mendasar dari BIM, juga dimplementasikan pada tinjauan kesehatan dan keselamatan untuk mencegah bahaya seperti runtuhnya penggalian dan juga layanan perlindungan bawah tanah / perkubuan / bunker dengan lebih baik.

Alat penting lainnya dalam kotak peralatan pertahanan adalah Integrated Project Delivery (IPD), yang bersama-sama dengan BIM dimaksudkan untuk membantu dalam pengambilan keputusan sangat penting yang terinformasi dengan baik.

IPD adalah model kolaboratif yang mengharuskan semua pemangku kepentingan, dari kontraktor utama hingga subkontraktor dan bahkan manajer fasilitas, untuk terlibat dalam proyek infrastruktur sejak awal. Idenya adalah bahwa keputusan yang dibuat di awal akan memenuhi seluruh siklus hidup fasilitas, bukan hanya tahap konstruksi.

Meskipun proses IPD dapat berarti memiliki momentum yang lebih lambat daripada yang terjadi saat ini pada awal proyek, namun keputusan yang diambil dimaksudkan untuk mewujudkan fase konstruksi yang lebih cepat dengan pengurangan pemborosan secara sangat signifikan.

Rangkaian dokumen kontrak infrastruktur pertahanan saat ini telah diubah untuk mempertimbangkan BIM dan IPD. Bersama-sama, kedua inisiatif dirancang untuk mewujudkan efisiensi yang dibahas, tetapi pertahanan bergantung pada industri yang menjawab panggilan tersebut.

Kami tidak ingin BIM dan IPD secara terpisah, kami melihat mereka saling melengkapi dan ada penggabungan / mengkawinkan yang diperlukan di antara mereka jika kami ingin mendapatkan hasil maksimal dari keduanya,” kata Brigadir Naumann pada 2013. Sumber

Kemudian, di Amerika, “Proyek program militer yang dilaksanakan oleh USACE (U.S. Army Corps of Engineers) di semua lokasi yang mencakup lebih dari 5.000 kaki persegi ruang lingkup proyek dan jumlah terprogram yang melebihi $3 juta harus mematuhi persyaratan pemodelan lanjutan USACE,” kata Charles Paray, BIM project manager untuk Distrik New York dari Army Corps of Engineers atau Korps Insinyur Angkatan Darat.

Proyek pekerjaan sipil yang dilaksanakan oleh USACE di semua lokasi dengan jumlah terprogram melebihi $3 juta harus mematuhi persyaratan USACE Advanced Modeling.” lanjutnya.

Baca juga : Apa itu LIDAR

Pusat Teknologi CAD / BIM di Laboratorium Teknologi Informasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Insinyur Korps Angkatan Darat (Army Corps’ Engineer Research and Development Center Information Technology Laboratory), memberikan kesempatan bagi arsitek, insinyur, dan pemilik bangunan untuk mengeksplorasi teknologi BIM terbaru ketika merencanakan atau mengelola fasilitas, infrastruktur” dan lingkungan di dalam Departemen Pertahanan, menurut USACE.

Pusat Teknologi CAD / BIM ini “mengkoordinasikan kegiatan CAD dan BIM untuk fasilitas, infrastruktur, dan lingkungan untuk Departemen Pertahanan (DoD), lembaga pemerintah lain yang berpartisipasi, dan sektor swasta“, kembali menurut USACE. Sumber

NATO pun memiliki departemen dan kualifikasi bagi para BIMers dan Profesional BIM untuk bekerja di markas utamanya mereka. Sumber

Jika ditelaah lebih lanjut, potensi BIM tidak hanya yang disebutkan di atas dalam hal Pertahanan Nasional. Selain untuk memudahkan proses pembangunan infrastruktur pendukung alutsista (Alat Utama Sistem Senjata), BIM juga dapat digunakan untuk pengembangan infrastruktur Strategis lainnya.

Bahkan juga infrastruktur sipil dan komersial terpadu yang dalam keadaan darurat dapat dialihfungsikan menjadi fasilitas dan infrastruktur militer. Seperti jalan raya yang dapat difungsikan sebagai landasan pesawat terbang ketika bandara dan lapangan udara sudah tidak dapat dipakai untuk mendarat pesawat, kemudian juga jalur logistik aman dan alternatif untuk keadaan darurat dan juga masih banyak lagi.

Sumber : militermeter.com

Lalu, apa yang menjadi penting BIM untuk pertahanan negara, selain infrastruktur pendukung alutsista?

Banyak aspek Pertahanan Nasional yang dapat didukung dengan BIM, ditambah informasi dan data dari GIS (Geography Information System), yang sering kita sebut sebagai GeoBIM. Maka data dan informasi yang didapat untuk kepentingan Pertahanan Nasional semakin kaya, yang membuat semakin akurat dan mudah dalam mengambil keputusan serta menjamin juga kehandalan alutsista yang dipunyai karena didukung oleh infrastruktur yang handal dan sesuai spesifikasi juga ekspetasi.

Desain, penempatan, pengelompokkan, sampai pengelolaan infrastruktur pendukung tersebut juga semakin mudah, dikarenakan informasi dan data mengenai object infrastruktur tersebut lengkap (hingga LOD 500) yang memudahkan dalam pengelolaan serta operasional. Dengan kata lain mampu menempuh semua siklus hidup bangunan dan Infrastruktur dengan baik dan sesuai harapan.

Infrastruktur yang dibangun, kemudian dikelola dengan informasi dan data yang kaya tersebut pun juga memasukan data dan informasi yang memitigasi, lalu mensimulasi semua resiko yang akan dihadapi baik alami maupun buatan, sehingga kemampuannya serta kehandalannya dapat dipertanggungjawabkan, serta efisien baik secara operasional, perawatan, pembangunan bahkan semenjak direncanakan.

Pertahanan Negara juga tidak selalu berbicara tentang alutsista dan perang, tapi juga berbicara dan berkaitan dengan hajat hidup rakyat sebuah negara, serta keamanan dan keselamatan warganya dari segala ancaman, baik eksternal maupun internal, baik alami maupun buatan.

Dengan BIM dan GeoBIM, maka semakin mudah para pengambil keputusan untuk mengambil keputusan penting dan bisa jadi teramat penting dalam kerangka keamanan pertahanan negara karena data dan informasi yang dimiliki sangat kaya dan cukup.

Memang tidak banyak informasi mengenai proyek pertahanan nasional yang menggunakan BIM yang telah dilaksanakan, kecuali yang telah disebutkan diatas. Ini dikarenakan oleh tingkat kerahasiaan, sensitifitas data dan informasi juga strategi nasional yang harus dijaga agar tidak diketahui oleh “lawan”, tapi dapat diyakini bahwa peran BIM dan GeoBIM serta IPD (Integrated Project Delivery) dapat turut berperan penting dalam menjaga serta merawat kemerdekaan negara kita, juga mendukung Pertahanan Nasional.
(PAD-1)

Related Articles

Back to top button