Informasi & Berita

BIM For Gaming | Kaitan erat antara BIM dan Game

BIM For Gaming | Kaitan erat antara BIM dan Game

BIM dan Game | Rekan dan teman-teman juga suhu serta para master tidak salah baca judul dan bukan umpan untuk mengklik alias “Click Bait”. Mungkin masih banyak yang berkerut dahi, apa sih hubungannya game dengan BIM ? dan, bagaimana bisa?

Coba kita perhatikan baik-baik dan kita lihat dalam lingkungan BIM. Saat ini engine atau “mesin” yang biasa dipakai membuat game atau juga “menggerakan dan membangun game (sebagai mesin-nya)” sudah merambah dunia BIM.

Engine seperti Unreal, Unity dan juga developer tools / pegembang alat seperti Tridify sudah merambah masuk dunia BIM. Bahkan, Tridify mempunyai dan mengembangkan tool / alat khusus untuk mempermudah mengkonversi model BIM ke dalam lingkungan imersif Game tiga dimensi (3D).

Lebih lanjut, Alexander Le Bell menjelaskan daya tarik dunia konstruksi yang semakin meningkat dengan teknologi game, dampak dari “realitas yang diperluas atau XR (eXtended Reality) pada alur kerja BIM, dan revolusi yang akan datang dalam kolaborasi desain bersama yang imersif.

Lalu, apa dan bagaimana Game mempengaruhi BIM dan sebaliknya? Yuuukk… Kita kupas lebih jauh lagi di bawah.

Teknologi Game yang digunakan BIM

Dunia desain bangunan (Arsitektur) pada khususnya dan dunia konstruksi pada umumnya semakin bergantung pada simulasi untuk menunjukkan seperti apa sebuah proyek setelah selesai dan kemudian operasional serta digunakan.

Semakin realistis atau menarik gambaran tersebut, maka semakin seseorang dapat menggunakan simulasi untuk mendapatkan gambaran “nyata” tentang seperti apa struktur jadinya, dengan semakin baik. Meskipun software simulasi visual dengan fokus arsitektural sudah cukup banyak, namun pasar tidak dapat dibandingkan dengan kekuatan raksasa modern dalam ruang simulasi digital, yaitu video game.

Menurut penelitian, pada tahun 2013 (hanya di Amerika Serikat), pasar untuk komputasi game dan penjualan video game meraup keuntungan mencapai lebih dari $21,5 milyar. Sedangkan SuperData melansir, penjualan video game global lebih dari $122 milyar pada tahun 2016 (dan tahun 2019 bisa jadi lebih dari dua kalinya), dengan gamer hardcore berbondong-bondong ke game yang menjanjikan citra realistis untuk mereka nikmati.

Saat ini, ruang arsitektur khususnya dan dunia konstruksi pada umumnya, semakin beralih ke mesin yang sama yang digunakan untuk game untuk membuat simulasi. Ini adalah bagian dari apa yang membuat BIM begitu menarik, yakni sebuah tools ataupun teknologi yang memungkinkan desainer, engineer serta arsitek untuk dapat membuat representasi model 3D yang realistis dari sebuah bangunan di ruang digital.

Mesin video game seperti Unity dan Unreal dapat membawa kemampuan itu ke tingkat yang baru, dengan menampilkan bangunan dalam grafik yang menakjubkan dan mendekati foto-realistik dan lebih dramatis.

Dalam industri dimana sebuah presentasi visual menjadi penting, maka memiliki simulasi yang memukau seperti ini mungkin saja akan semakin dibutuhkan. Akan tetapi, penting untuk diperhatikan bahwa mesin ini tentunya tidak akan menggantikan fungsi inti yang ditemukan di program BIM seperti Revit, Archicad, SketchUp, Cype, Tekla dan lainnya – hal-hal seperti informasi mengenai struktur, bahan bangunan, dan juga informasi serta data juga parameter elemen bangunan pada dunia nyata, simulasi lingkungan, dan banyak lagi.

Sebagai ganti dan kompensasinya, mereka hanya menambahkan level polesan ke desain yang ada yang telah diekspor oleh program BIM, untuk kemudian diolah oleh mesin Video Game ini. Untuk alasan ini, pelatihan dan pemahaman tentang BIM, tentang prinsip desain, cara menggunakan perangkat lunak standar industri (authoring tool) seperti CAD, Archicad, Cype, Revit, SketchUp, dan lainnya, tetap penting bagi profesional BIM.

Pengembangan video game sejak awal sudah sering mengandalkan perangkat lunak CAD (yang merupakan bagian dari authoring tools BIM) untuk pembuatan gedung dalam game. Penggunaan program-program CAD yang pada dasarnya merupakan bagian dari authoring tools BIM ini seringkali merupakan cara paling efisien untuk membuat bangunan yang realistis dan menarik untuk dihuni oleh karakter video game, dan juga memudahkan dalam menerapkan skenario dalam dunia Game, terutama genre Game FPS ataupun RPG (contoh: Counter Strike) dan juga game simulasi lainnya.

Beberapa perusahaan dan vendor BIM tools telah terinspirasi oleh ini, dan mengubah simulasi bangunan menjadi demo kecil yang “dapat dimainkan”. (Samp: BiMx dengan gerak jelajah seperti FPS game).

Seorang klien dapat disajikan dengan simulasi gedung dan pengontrol video game atau juga tombol gerak pada keyboard yang biasa digunakan para gamers dalam bermain dan mengarahkan karakter yang dimainkan, dan kemudian dapat melihat-lihat di dalam gedung, menjelajahi berbagai bagian di waktu luang mereka atau ketika presentasi.

Teknologi realitas maya / virtual reality baru dapat membawa hal ini lebih jauh, karena akan menawarkan pengalaman yang benar-benar paling dekat dengan berada di dalam bangunan sebelum dibangun. Di masa depan akan menjadi keniscayaan dimana klien semakin mudah dapat menjelajahi simulasi detail suatu proyek, dan membuat profesional BIM yang dapat membuat model realistis, sehingga dapat dikatakan bahwa akan menjadi keniscayaan, juga semakin penting dari sebelumnya.

Pemanfaatan teknologi lain yang telah digunakan untuk bermain game dan sedang menjadi trend, diyakini dapat menciptakan percikan besar dalam struktural dunia desain, yaitu augmented reality (AR) atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai realitas tertambah.

Baca juga : BIM Augmented Reality

Dengan augmented reality, citra yang dihasilkan komputer berlapis-lapis di atas dan ditambahkan di dunia nyata. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan alat bantu berupa kacamata khusus, atau melalui layar dengan kamera yang terpasang – hampir sama seperti saat menggunakan ponsel untuk bermain Pokemon Go.

Aplikasinya bisa jadi mengesankan. Misalnya, bentuk model bangunan yang kita buat dalam program seperti CYPE, Archicad, SketchUp, Revit atau CAD lainnya dapat dengan mudah ditransmisikan ke alat bantu (kacamata) augmented reality para mandor dan pengawas konstruksi.

Mandor dan pengawas konstruksi bangunan dapat berdiri di tengah bangunan yang setengah jadi dan melihat bagian yang hilang atau belum terbangun / terpasang dari desain kita yang berlapis-lapis di atas apa yang sudah dipasang / dibangun, yang kemudian membantu mereka untuk mendapatkan gambaran tentang apa yang diharapkan dari desain yang sudah jadi / selesai.

Teknologi AR saat ini masih belum cukup mudah diakses, dan belum cukup terjangkau, serta masih membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menjadi matang sebelum kemudian dapat diterapkan penuh pada bidang desain dan konstruksi bangunan. Namun, dalam beberapa tahun kedepan dan tidak akan lama lagi, kita mungkin saja segera menemui dan melihat banyak model bangunan yang dibuat dan kemudian divisualisasikan dalam tampilan augmented reality.

Beberapa mesin game atau game engine yang biasa ditemui dan populer digunakan dalam mendukung proses simulasi dalam platform BIM diantaranya adalah :

  • Unreal Engine
    Selain sebagai engine yang berdiri sendiri, Unreal juga popular sebagai basis mesin / engine dari software TwinMotion
  • Unity
    Lebih dekat dengan produk keluaran Autodesk

Teknologi BIM yang digunakan GAME

Pernahkah kita memainkan game simulasi? Entah itu Game olahraga (seperti simulasi pertandingan sepak bola, balapan mobil dan motor, dan lainnya), atau juga simulasi mengemudikan alat transportasi seperti pesawat terbang, bus komersial, kapal laut hingga mobil dengan skenario tertentu (GTA atau Need For Speed dan lainnya)?

Atau juga pernah memainkan juga game skenario yang berlatar belakang sejarah, atau juga simulasi perperangan dalam kota dan di dalam bangunan? Pernahkah kita perhatikan detail dari game simulasi tersebut? Atau juga ketika kita bermain game simulasi balapan, kita bisa mencoba balapan di sirkuit yang masih belum selesai proses pembangunannya (sebagai bonus dan fitur tambahan), tapi kita bisa membalap di situ seakan semua komplek sirkuit tersebut sudah selesai dan sudah operasional digunakan untuk balapan dan sudah masuk kalender resmi balap?

Pasti akan muncul di dalam benak kita, bagaimana bisa, dan bagaimana caranya? Jawabannya tentu saja bisa, dengan menggunakan proses yang mirip atau hampir sama dengan proses pemanfaatan teknologi Game untuk BIM yang sudah dijelaskan di atas. Game yang kita mainkan juga memanfaatkan teknologi yang juga digunakan oleh BIM ketika mereka dibangun dan didesain oleh para developer.

Hal ini termasuk juga menggunakan teknologi yang serupa dengan BIM yang telah diterapkan terlebih dahulu dalam Industri lain selain Industri Arsitektur dan konstruksi bangunan seperti pada industri manufaktur, industri otomotif, oil and gas, industri aviasi dan dirgantara (pesawat terbang), GIS dan pastinya informasi dan data dari BIM itu sendiri.

Seperti contoh memanfaatkan teknologi GeoBIM untuk mendesain dan membangun simulasi game balap mobil atau motor agar semakin mendekati realitas sebenarnya. Bahkan ketika sirkuit itu belum jadi dan masih dalam tahap konstruksi, sehingga bisa dicoba oleh para antusias game maupun para atlit e-sport dan bahkan juga dapat digunakan oleh team balap sebagai data awal setingan kendaraan balap, dan para pembalap bisa mencoba sirkuitnya melalui mesin simulasi dengan memasukan data awal tersebut bahkan ketika sirkuit tersebut masih dalam tahap konstruksi.

Sebelum benar-benar mencoba langsung di atas sirkuit yang asli, ketika sudah dapat digunakan dan operasional, atau juga game simulasi yang sedang menjadi trend dan yang paling sering dibicarakan saat ini, yaitu game simulasi penerbangan pesawat terbaru, yang dikeluarkan oleh Microsoft, begitu luar biasa dan sophisticatednya sehingga mampu memvisualisasikan kota dan wilayah yang dilalui oleh jalur penerbangan yang kita lakukan secara 3D dalam bentuk sangat mendekati realitas sebenarnya, dan juga suasana serta bentuk bangunan yang berada di airport atau pelabuhan udara.

Baik itu airport dengan kelas airport internasional, bahkan sampai perintis yang ada di pegunungan di daerah Papua. Tersaji dengan apik menggunakan data dari Bing Maps (penyedia jasa data spasial seperti Google Earth milik Microsoft) dan juga menggunakan cloud base rendering dari Azure cloud (milik Microsoft juga) untuk menciptakan visualisasi yang serealistis mungkin rupa bumi kita ini, dan lebih serunya itu bisa faktual serta aktual alias real time.

Dengan kata lain, mampu menghasilkan visualisasi dan model yang identik dengan realitas aslinya, atau bisa dikatakan digital twin.

Berangkat dari sebuah project demo pada medio tahun 2016, yaitu project HOLO TOUR, menggunakan alat AR produk Microsoft yaitu Holo Lens (device ini juga sering dipakai oleh profesional BIM), dimana sang pengguna diajak merasakan terbang diatas kota Roma dan kota tua Machu Picchu, yang menandakan kerjasama dengan teknologi Bing Maps ini.

Kemudian ditambah lagi dengan teknologi yang biasa juga dipakai oleh BIM untuk validasi dan juga surveying dan atau mengumpulkan data pada site, yang Juga digunakan industri lain seperti industri pesawat terbang dan otomotif. Yaitu mulai dari laser scan, photogrammetry, LiDar dan lain sebagainya, sehingga menghasilkan bentuk real atau digital twin dari pesawat yang kita mainkan, baik eksterior maupun interior (area kabin dan kokpit).

Microsoft Flight Simulator - Archilantis
Simulator Penerbangan Microsoft untuk PC dan Xbox – Microsoft

Begitu juga game simulasi lainnya, seperti Balap Mobil (Rally, balap F1 dan balap Mobil touring), balap motor (motocross, MotoGP, dan superbike), Sepak bola dan game bergenre FPS seperti CoD (Call of Duty), serta Counter Strike.

Lingkungan yang dibangun menggunakan data dan informasi dari CAD yang merupakan bagian dari authoring tools dari BIM, dan juga authoring tools BIM lainnya. Seperti model sirkuit balap beserta bangunan pendukungnya yang ikonik plus tribun penonton, stadion Sepak bola, dan masih banyak lagi lainnya dapat dengan mudah dibangun untuk game menggunakan informasi dan data dari model BIM.

Yang menjadikan pengalaman para gamers ketika memainkan game tersebut menjadi semakin kaya dan semakin sempurna mendekati realitas sebenarnya, sehingga mereka seakan “tenggelam” dan menjadi bagian dari realitas digital yang sedang mereka mainkan itu. Bahkan karakter yang menjadi sentral permainan pun menggunakan laser scan serta photogrammetry sehingga seperti karakter sesungguhnya.

Contohnya karakter pemain bola internasional juga pembalap kelas dunia. Dan kemudian ditambahkan oleh artificial intelligence / Ai, maka akan semakin hidup permainan simulasinya.
Jadi, sesungguhnya dapat dikatakan bahwa hubungan antara BIM dan Game (bim for gaming) itu sangat saling ber-irisan dan juga sangat erat dan dapat saling terintegrasi.

bim dan game - bim for gaming - kaitan erat bim dan game - f1 video game
F1 2020 – Official Video Game | Formula 1

Satu lagi, masih adakah yang ingat dengan SIMCITY? Nah game yang dimulai dirilis pada tahun 1989 ini juga merupakan game yang mengajak kita berpikir dan memahami pola pikir secara BIM, dalam simulasi membuat atau merancang sebuah kota secara keseluruhan (mulai dari bangunan, infrastruktur, jalan, energi dan lainnya) dan efisien serta menguntungkan dari sebuah lahan yang belum dibangun dan belum dihuni. Selain SIMCITY juga ada Citylife dan Cites XL.

simcity - traffic scene - bim for gaming - archilantis
Simcity traffic scene | EA

Keuntungan dan Benefit membawa atau memasukkan data faktual BIM ke dalam lingkungan game

Setelah paham dengan hubungan BIM dengan Game (BIM for gaming), berikut ini beberapa benefit dan keuntungan yang dihasilkan ketika memasukan data dan informasi faktual BIM ke dalam lingkungan BIM, yaitu :

Mengizinkan dan membantu pemangku kepentingan (terutama Owner), untuk dapat memahami sepenuhnya kumpulan data yang disajikan.

Berbeda dengan meng-klik di sekitar file desain atau model 3D di layar, mereka secara virtual dapat merasakan bagaimana rasanya berada “disana” – menambahkan dimensi waktu pada data, saat mereka berjalan melalui dan menjelajahinya dalam bentuk dan format virtual.

“Game”, dapat merender material dan tekstur, ukuran relatif, dan berbagai properti dari setiap komponen model data, daripada menyimpan detail tersebut sebagai metadata teknis.

Komunikasi dan kolaborasi desain yang lebih baik.

Ketika tim desain ingin berbagi banyak hal dan mempresentasikan desain dengan klien, biasanya itu berarti mengirimkan subset informasi, baik sebagai presentasi, PDF atau dokumen gambar, atau file mentah seperti skp, pln, RVT, IFC, DWG, atau COLLADA serta format lainnya.

Ini berarti klien dan owner memiliki kemampuan terbatas untuk berkolaborasi pada desain yang kemudian untuk sepenuhnya memahami detail halus dari model data.

Dengan memungkinkan mereka melihat data dan informasi di lingkungan yang sekaya dan sedetail mungkin, tim membantu mereka memahami desain dan kemudian memberi masukan atau bahkan langsung menandatangani serta menyetujui perencanaan. Tidak ada yang lebih baik daripada “membenamkan” mereka dalam dunia virtual interaktif.

Kontrol kualitas yang lebih baik.

Kesalahan berkurang ketika semua pemangku kepentingan / stakeholders, dapat menjelajahi kumpulan data di setiap fase dalam siklus hidup proyek.

Selain itu, menjelajahi model virtual membantu semua orang melihat apa yang berhasil dan yang tidak dalam desain, kemungkinan kesalahan, dan perbedaan. Dan kemudian akan lebih mudah menemukan kesalahan di dunia virtual daripada di atas kertas(2D dan 3D konvensional).

Paham dan memahami setiap langkah siklus hidup proyek.

Sebuah makalah dari Konferensi Internasional ASCE 2019, tentang Komputasi dalam Teknik Sipil, menemukan bahwa pemangku kepentingan/stakeholders mengalami kesulitan untuk memahami hubungan antara biaya awal dan biaya siklus hidup bangunan, dan kemudian mereka dapat membantu mereka memvisualisasikan dan memahaminya dengan merender set-data BIM dalam lingkungan GAME.

Kunjungan ke Site secara virtual.

Tim tidak perlu sering atau bahkan tidak perlu lagi pergi ke site atau lokasi proyek secara langsung jika tidak nyaman, tidak aman, dan atau bahkan tidak memungkinkan sama sekali. Mereka dapat menjelajahinya secara virtual sebagai salah satu “karakter” dalam lingkungan game.

Berbagi dengan mudah.

Dunia game yang dihasilkan secara mengejutkan dapat dibagikan, memungkinkan siapa saja untuk mengakses dan menjelajahi kumpulan data Anda. Dengan salah satu mesin game(Unreal), kita dapat mengirim game ke klien atau owner melalui file *.exe yang dapat mereka buka untuk meluncurkan lingkungan game-nya.

Mesin game lain juga dapat dibagikan melalui URL yang dapat dibuka di browser web, atau paket file lain yang dapat dibagikan dengan mudah.

Setelah mengetahui dan memahami uraian singkat di atas, semakin terbuka wawasan kita mengenai BIM, tidak sebatas hanya konstruksi dan bangunan, tetapi jauh lebih luas dari itu. Dan bahkan hampir dapat meliputi banyak hal dan pastinya sangat menarik bukan? Dan juga Game mampu membuat proses alur kerja BIM juga semakin mudah dan efisien. Sehingga tentunya dapat membuat proyek menjadi semakin Lean dan efisien.

(PAD-1)

Related Articles

Back to top button