Informasi & Berita

BIM Augmented Reality

BIM Augmented Reality

bim augmented reality - visual live
Source : Visual Live

BIM Augmented Reality | Setelah sedikit kita kupas tentang VR / RM, ada lagi istilah AR (Augmented Reality) atau jika dipadankan dengan istilah bahasa Indonesia, disebut sebagai Realitas Tertambah / Realitas Berimbuh (KBBI).

Pasti banyak yang akan bertanya-tanya, mahkluk apalagi ini? suka main game di smartphone? pernah main game Pokemon?

Nahh.. itu adalah salah satu penerapan AR / RT / RB dalam dunia game. Lalu, apa itu definisi AR / RT / RB sesungguhnya dan bagaimana interaksinya dengan BIM, manfaat dan kegunaannya dalam proses BIM yang kita lakukan ? Mari kita telaah bersama ya.

Definisi, Apa dan Bagaimana itu Augmented Reality

Definisi, Apa dan Bagaimana itu Augmented Reality - archilantis
Source : Google

Pernah main game Pokemon di smartphone? atau sudah lihat atau mungkin sudah punya iPad-pro terbaru yang sedang menjadi buah bibir di kalangan antusias dan juga kalangan profesional? keduanya mengusung teknologi AR / RT / RB.

Lalu, apa itu Augmented Reality / Realitas Tertambah / Realitas Berimbuh sebenarnya?

Augmented Reality adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi, lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu dan ruang nyata.

Tidak seperti Realitas Maya / VR yang sepenuhnya menggantikan kenyataan, Realitas Tertambah / AR sekadar menambahkan atau melengkapi kenyataan. Benda-benda maya menampilkan informasi yang tidak dapat diterima oleh pengguna dengan inderanya sendiri.

Hal ini membuat Realitas Tertambah / AR sesuai fungsingnya sebagai alat untuk membantu persepsi dan interaksi penggunanya dengan dunia nyata. Informasi yang ditampilkan oleh benda maya membantu pengguna melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam dunia nyata.

Augmented reality / realitas tertambah dapat diaplikasikan untuk semua indra, termasuk pendengaran, sentuhan dan penciuman.

Selain digunakan dalam bidang-bidang seperti kesehatan, militer, industri manufaktur, realitas tertambah juga telah diaplikasikan dalam perangkat-perangkat yang digunakan oleh orang banyak, seperti pada telepon genggam.

AR / Realitas Tertambah ini juga sudah merambah pengaplikasiannya pada BIM-proses pada sektor Konstruksi dan bersama dengan VR, membawa BIM menuju batas baru.

Ronald T. Azuma (1997) mendefinisikan Augmented Reality / Realitas Tertambah sebagai penggabungan benda-benda nyata dan maya di lingkungan nyata, berjalan secara interaktif dalam, waktu nyata dan terdapat integrasi antar benda dalam tiga dimensi, yaitu benda maya terintegrasi dalam dunia nyata.

Penggabungan benda nyata dan maya dimungkinkan dengan teknologi tampilan yang sesuai, interaktivitas dimungkinkan melalui perangkat-perangkat input tertentu, dan integrasi yang baik memerlukan penjejakan yang efektif.

Selain menambahkan benda maya dalam lingkungan nyata, Realitas Tertambah / Augmented Reality juga berpotensi “menghilangkan” benda-benda yang sudah ada. Menambah sebuah lapisan gambar maya dimungkinkan untuk menghilangkan atau menyembunyikan lingkungan nyata dari pandangan pengguna.

Misalnya, untuk menyembunyikan sebuah meja dalam lingkungan nyata, perlu digambarkan lapisan representasi tembok dan lantai kosong yang diletakkan di atas gambar meja nyata, sehingga menutupi meja nyata dari pandangan pengguna.

Baca juga : BIM dan Virtual Reality

Virtuality Continuum

Mixed Reality Continuum - archilantis - virtuality continuum
Mixed Reality Continuum – Research Gate

Mari kita lihat bersama diagram diatas, diagram tersebut adalah diagram Virtuality Continuum.

Diagram ini dirumuskan oleh Milgram dan Kishino (1994), sebuah kerangka kemungkinan penggabungan dan peleburan dunia nyata dan dunia maya ke dalam sebuah kontinuum virtualitas.

Sisi yang paling kiri adalah lingkungan nyata yang hanya berisi benda nyata, dan sisi paling kanan adalah lingkungan maya yang berisi benda maya.

Dalam Realitas Tertambah / AR, yang lebih dekat ke sisi kiri, lingkungannya bersifat nyata dan benda bersifat maya, sementara dalam Augmented Virtuality atau Virtualitas Tertambah, yang lebih dekat ke sisi kanan, lingkungan bersifat maya dan benda bersifat nyata.

Realitas Tertambah / AR dan Virtualitas Tertambah / AV digabungkan menjadi Mixed Reality atau Realitas Campuran.

Semua yang kita lakukan dan lihat itu akan menjadi salah intepretasi, ketika digunakan di atas satu mata, maka pengguna harus mengintegrasikan padangan dunia nyata yang diamati melalui mata yang tidak tertutup dengan pencitraan grafis yang diproyeksikan kepada mata yang satunya.

Pada saat digunakan menutupi kedua mata, pengguna akan mempersepsikan dunia nyata melalui rekaman yang ditangkap oleh kamera. Kemudian sebuah komputer akan menggabungkan rekaman atas dunia nyata tersebut dengan pencitraan grafis untuk menciptakan Realitas Tertambah/AR yang didasarkan pada rekaman.

Hardware Pendukung Augmented Reality dan Aplikasi Teknologinya

Augmented Reality / AR tidak dapat berjalan tanpa adanya alat bantu yang memproses dan menggabungkan antara benda maya dengan lingkungan nyata, dan atau sebaliknya.

Berikut ini ada beberapa platform yang jamak / sering digunakan untuk dapat memanfaatkan teknologi augmented reality, yaitu :

See through-Head Mounted Display

See through-Head Mounted Display - archilantis
Source : Google

Pada penggunaan platform ini, berbeda sekali dengan penggunaan opaque HMD, See-through HMD ini menyerap cahaya dari lingkungan luar, yang memungkinkan pengguna untuk secara langsung dapat mengamati dunia nyata dengan matanya.

Kemudian, sebuah sistem cermin yang diletakkan di depan mana pengguna memantulkan cahaya dari pencitraan grafis yang dihasilkan oleh proses komputasi sebuah komputer.

Dan hasil dari pencitraan yang dihasilkan tersebut merupakan gabungan optis dari pandangan atas dunia nyata dengan pencitraan grafis.

Virtual Retinal Display

Virtual Retinal Display - epson moverio bt 200 - archilantis
Source : Epson

Virtual Retinal Displays (VRD), atau juga sering disebut juga dengan Retinal Scanning Display (RSD), memproyeksikan cahaya langsung kepada retina mata pengguna.

Tergantung pada intensitas cahaya yang dikeluarkan, VRD dapat menampilkan proyeksi gambar yang penuh dan juga tembus pandang, sehingga pengguna dapat menggabungkan realitas nyata dengan gambar yang diproyeksikan melalui sistem penglihatannya.

VRD dapat menampilkan jarak pandang yang lebih luas daripada HMD dengan gambar beresolusi tinggi.

Keuntungan VRD lainnya adalah konstruksinya yang kecil dan ringan. Namun, VRD yang ada kini masih masih terbatas dan sebagian masih merupakan prototype. Akan tetapi beberapa Industri sudah menggunakannya, seperti Industri aviasi, dan juga sektor konstruksi sudah mulai mengadopsi.

Contoh VRD yang saat ini dapat dipakai dan digunakan adalah :

  • Google Glass
  • Microsoft Hololens
  • Epson Moverio BT 200
  • Vuzic-M100 smart glasses
  • Sony SmartEye glass

Screen-base Display

Bila Kemudian, gambar rekaman digunakan untuk menangkap keadaan dunia nyata, keadaan Realitas Tertambah/AR, dapat diamati menggunakan opaque HMD atau juga bisa dengan sistem berbasis layar.

Sistem berbasis layar atau Screen-base Display ini dapat memproyeksikan gambar kepada pengguna menggunakan tabung sinar katode atau dengan layar proyeksi.

Dengan keduanya, gambar stereoskopis dapat dihasilkan dengan mengamati pandangan mata kiri dan kanan secara bergiliran melalui sistem yang menutup pandang mata kiri selagi gambar mata kanan ditampilkan, dan sebaliknya.

Tampilan berbasis layar ini juga telah diaplikasikan kepada perangkat genggam / mobile devices. Pada perangkat-perangkat genggam ini terdapat tampilan layar LCD dan kamera.

Perangkat genggam ini berfungsi seperti jendela atau kaca pembesar yang menambahkan benda-benda maya pada tampilan lingkungan nyata yang ditangkap kamera.

Contoh penggunaannya adalah pada pemeriksaan sebelum operasi, seperti CT Scan atau MRI, yang memberikan gambaran kepada ahli bedah mengenai anatomi internal pasien, kemudian dari gambar-gambar ini proses pembedahan direncanakan.

Realitas tertambah dapat diaplikasikan sehingga tim bedah dapat melihat data CT Scan atau MRI pada pasien saat pembedahan berlangsung. Penggunaan lain adalah untuk pencitraan ultrasonik, di mana teknisi ultrasonik dapat mengamati pencitraan fetus yang terletak di abdomen wanita yang hamil. AR juga sudah merambah ke dunia game, berupa permainan berbasis Realitas Tertambah / AR dan sempat menjadi trend dunia yaitu Pokemon.

Yang terbaru adalah perangkat mobile device paling anyar dari apple.inc, yaitu New iPad Pro, yang memproklamirkan diri menjadi hand-held device terbaik untuk AR / Realitas Tertambah.

Industri dan sektor pekerjaan telah memanfaatkan teknologi ini, beberapa diantaranya yaitu :

  • Militer
  • Navigasi Mobile Device dan atau Navigasi telepon genggam
  • Manufaktur dan Reparasi (perbaikan)
  • Hiburan
  • Game
  • Pendidikan dan pelatihan
  • Konstruksi (BIM)

BIM Augmented Reality

hubungan augmented reality dan bim - archilantis
Source : Pinterest

Lalu, bagaimana hubungan antara augmented reality dengan BIM, apa saja keuntungannya?

Pada beberapa artikel akademis menerangkan dan juga menginformasikan dengan detail dan jelas bahwa Realitas Tertambah / AR ini pada proses BIM yang dilakukan, memberikan sebuah keuntungan yang sangat besar dan dapat menjadi elemen kunci untuk mewujudkan tujuan awal BIM yang secara holistik menjadi tempat terkumpulnya informasi tentang project yang dikerjakan berikut dengan model 3 dimensinya.

Masalah utama yang sering ditemukan ketika sebuah project dilaksanakan adalah bahwa informasi yang terkandung dan terkumpul pada proses pengembangan desain / design development tidak tersedia bagi para pekerja ketika dibutuhkan.

Sebagai contoh, ketika kita berada di sebuah site dimana sedang melakukan pengerjaan reinforced lantai dasar, dimana kita membutuhkan informasi mengenai pembesian. Namun, informasinya sebagian besar berada di site-office, dalam set gambar ukuran A1 dan gambar-gambar ini adalah gambar-gambar yang ditarik dan diekstrak dari BIM, yang kemudian di edit untuk memenuhi syarat dan standar juga mudah dimengerti oleh mata manusia.

Kita semua paham dan tidak dapat dipungkiri bahwa pada gambar-gambar tersebut banyak sekali informasi yang “hilang” ketika ditransfer dari BIM ke gambar 2D. Hal ini menjadi tidak masuk akal ketika kita memasukkan informasi-informasi seperti peningkatan kualitas bangunan, keselamatan, penjadwalan, peningkatan kualitas manajemen proyek yang kemudian dikembangkan melalui model digital, lalu semua informasi tersebut harus dihilangkan / dibuang ketika kita mentransfer BIM kedalam bentuk gambar 2D konvensional, namun itu harus dilakukan karena memang kondisinya seperti itu.

Lalu, bagaimana solusinya dan adakah terdapat alternatif ?

Penelitian menunjukkan bahwa dengan memberikan informasi spesifik tugas-tugas bagi para pekerja, ia mendapatkan informasi yang lebih baik, yang minimal sekali terganggu oleh informasi lain akan dapat meningkatkan kualitas pekerjaannya dan banyak sekali mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan.

Selain itu, banyak pekerja khusus / spesial hanya datang ke site pekerjaan untuk waktu yang singkat dan kemudian pergi, yang berarti mereka tidak memiliki pemahaman tentang konteks project secara keseluruhan.

Dengan menyediakan informasi yang sesuai permintaan dan sadar akan konteks, mereka diberdayakan untuk membuat keputusan yang lebih baik dan pada ujungnya akan meningkatkan efisiensi pekerjaan pula.

Augmented Reality / Realitas Tertambah memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan BIM sedemikian rupa sehingga informasi lebih mudah diambil, mengurangi kesalahan selama perakitan dan pemasangan serta pengerjaan, peningkatan komunikasi dan peningkatan kualitas dan kecepatan dalam pemecahan masalah, juga dapat meningkatkan keamanan Serta keselamatan kerja.

Keuntungan menggunakan AR / Realitas Tertambah pada proses BIM selain yang disebutkan diatas, pada setiap tahap adalah :

Desain

Dengan membawa model 3D ke AR/Realitas Tertambah, desainer dan arsitek dapat mengevaluasi desain untuk kelayakan, fungsi, dan estetika dengan cara yang lebih mendalam. Fungsionalitas ini juga memungkinkan klien untuk menikmati pengalaman ulasan serta presentasi yang lebih kaya.

Dengan demikian, setiap perubahan menjadi lebih mudah diidentifikasi dan opsi desain dan proposal dapat dengan cepat dievaluasi.

Konstruksi

Sebagaimana sedikit dijelaskan sebelumnya, mengakses model BIM menggunakan AR / RealitasTertambah memungkinkan pekerja dalam konstruksi memahami dengan lebih mudah di mana material harus diletakkan, di mana dinding harus bertemu, dan di mana pintu harus ditempatkan dan juga elemen lain dalam konstruksi.

BIM dengan Augmented Reality / RT, membantu dengan kemampuan memberikan gambaran jelas perutean seperti saluran HVAC, pipa air, dan saluran listrik. Kesalahan instalasi juga dapat berkurang secara significant dengan AR dan tugas konstruksi cenderung dieksekusi lebih cepat, efisien dan kualitas yang baik serta terjaga baik.

Inspeksi / Pengawasan

Lalu, bagaimana BIM dengan AR / Realitas Tertambah membantu meningkatkan inspeksi dan pengawasan pada project?

Ini dapat dicapai melalui perbandingan visual seperti yang dirancang dengan yang dibangun. Dengan demikian, daftar periksa keselamatan dapat disajikan dalam konteks dan difilter untuk lokasi tertentu.

Pengguna AR dengan model BIM dapat melihat saluran listrik overhead dan bawah tanah yang tersembunyi, dan jika ia menemukan masalah apa pun, ia dapat menjatuhkan pin AR di lokasi masalah, dan memberi tag/kaitan dengan komentar atau foto untuk tindakan perbaikan selanjutnya.

Operasional dan Perawatan

BIM dengan memanfaatkan teknologi AR juga menambah nilai pada fase operasional dan pemeliharaan pada siklus hidup project. Pengguna AR tidak perlu menghentikan pekerjaannya untuk mendapatkan informasi tentang model bangunan, manual, dan skema untuk permesinan, dll. Ini dapat disediakan bagi pengguna secara langsung.

Selama pemeliharaan, dengan perintah kerja dan instruksi kerja disediakan secara langsung untuk pengguna dengan AR, peningkatan akurasi kinerja, efisiensi, dan kepatuhan, juga dengan mudah dapat diamati.

Kemudahan kerja yang lebih tinggi dicapai dalam pengoperasian dan pemeliharaan karena AR yang dipakai memungkinkan penggunaan Free-Hand, yaitu pengguna dapat melihat informasi tanpa harus memegang gambar atau membalik halaman manual. Atau juga dapat hanya membawa mobile device yang ringan.

Renovasi

Penempatan infrastruktur tersembunyi – misalnya : Balok dan anggota struktural lainnya, saluran-saluran, dan pipa dapat dilihat dengan mudah menggunakan AR yang dipakai.

Ini membantu dalam renovasi. AR juga memungkinkan klien untuk memvisualisasikan desain ulang dan mengidentifikasi masalah apa pun di awal perencanaan, sehingga membuat renovasi menjadi tugas yang lebih mudah.

Baca juga : Platform Manajemen BIM

Nahh..dengan ulasan dasar dan singkat ini semoga kita semakin paham dan mengerti bagaimana manfaat penggunaan AR/Realitas Tertambah ini. Dan juga bagaimana efisiensi dapat tercipta dengan penggunaan teknologi ini.

So.. stay healthy, stay at home keep on distance dan makin semangat nge-BIM nyaa yaaa.. BIm-ers
(Pad-1)

Tags

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close