Apa itu BIM Manager, Apa Fungsi dan Peranan BIM Manager ?

apa itu bim manager - fungsi dan peranan bim manager - archilantis - open bim indonesia

Apa itu BIM Manager, Apa Fungsi dan Peranan BIM Manager ?

Apa itu BIM Manager | Semakin marak pembicaraan mengenai BIM pada akhir-akhir ini. Hampir di setiap sudut dan sisi kota serta daerah di Indonesia, terutama bagi yang bergerak dan terlibat dalam dunia konstruksi, dan BIM ternyata membentuk ulang seluruh metode kerja hampir di semua fase pekerjaan, baik hari ini maupun pada masa yang akan datang.

Penggunaan teknologi dan cara kerja baru ini secara langsung dan tidak langsung juga menciptakan dan memperbesar posisi baru untuk ditempati serta memiliki fungsi yang sebelumnya tidak ada atau bahkan tidak terpikirkan sama sekali mengenai posisi tersebut.

Posisi tersebut adalah BIM Manager atau dalam bahasa Indonesia dapat disebut sebagai Manajer BIM.

Akronim atau kepanjangan dari BIM terdengar renyah dan mudah diingat, yang merupakan kepanjangan dari Building Information Modeling atau ada juga yang menyebutkan juga M-nya itu sebagai Management.

BIM juga menggambarkan bagaimana wajah transformasi digital pada sektor Konstruksi Bangunan dan infrastruktur saat ini dan dimasa yang akan datang, serta merupakan bagian dari Revolusi Industri terbaru, yaitu revolusi industri 4.0

Definisi BIM juga sudah banyak dibahas, dari mulai pembicaraan serta diskusi baik formal maupun non formal secara offline, maupun online, seminar-seminar serta juga terkini banyak dibahas juga pada webinar-webinar.

Singkat kata, manfaat BIM menyebar pada seluruh fase dan tahapan, dari mulai perencanaan, hingga fase Konstruksi dan Operasional. BIM melakukan pemusatan informasi mengenai bangunan dan infrastruktur yang dikerjakan atau dirancang, menstandarisasi dokumen, mengoptimalkan serta meningkatkan efisiensi biaya dan jadwal.

Dengan kata lain BIM memodernisasi seluruh siklus, yang kemudian menghantarkan bahasa baru dan juga bidang keahlian baru yang dibutuhkan setiap orang pada bisnis ini, yaitu BIM Manager / Manajer BIM.

Lalu, bagaimana dengan spesialisasi bidang baru ini, dan bagaimana prakteknya dalam kehidupan sehari-hari di dunia konstruksi, kami rangkum dari berbagai sumber untuk dapat disajikan dalam sebuah tulisan singkat dalam artikel ini.

Apa itu BIM Manager ?

BIM manager adalah manajer / pengelola yang bertindak sebagai perantara antara desainer, client, dan arsitek. Sebagai manajer / pengelola, kita akan dihadapkan dalam pengelolaan dan pengawasan terhadap produksi rencana detail arsitektural, komponen-komponen dan material yang akan digunakan dalam proyek konstruksi, hingga serah terima pada suatu proyek.

Peran dan tanggung jawab Manajer BIM dapat bervariasi. Ini semua bergantung kepada tempat dia bekerja, apakah dia bekerja untuk desainer / perancang, kontraktor pelaksana, vendors / manufaktur, maupun bekerja bagi klien.

Fungsi dan Peran BIM Manager

Sebagaimana telah disebutkan di atas, peranan dan fungsi manajer BIM / BIM manager bervariasi, tergantung pada tempat dan untuk siapa dia bekerja.

Akan tetapi, secara garis besar sebagai BIM Manager, anda memiliki tanggung jawab untuk menjaga tim dan memastikan proyek yang dikerjakan berjalan dengan lancar sesuai dengan spesifikasi yang diminta, termasuk didalamnya bekerjasama dengan teknisi BIM yang bertanggung jawab dalam menghasilkan model dan gambar teknis.

Peran dan fungsi serta tugas dari BIM Manager :

  1. Sebagai perantara antara desainer, klien dan arsitek agar proyek tetap efisien dan efektif.
  2. Mengelola produksi gambar dan file digital.
  3. Bekerjasama dengan ahli BIM yang bertanggung jawab untuk memproduksi model.
  4. Bertanggung jawab untuk melatih dan meningkatkan keterampilan kolega atau rekan kerja dalam menangani dan menguasai program perangkat lunak tertentu.
  5. Memastikan para staf memiliki akses kepada alat dan perlengkapan yang mereka butuhkan.
  6. Mengawasi pembelian dan pengadaan workstation, sehingga perangkat keras tersebut memiliki kemampuan yang cukup dan efektif untuk berbagai sistem dan program yang dipasang.
  7. Menghasilkan konten untuk digunakan oleh perusahaan.
  8. Harus selalu memperbaharui pengetahuan dan wawasan terhadap perkembangan serta kemajuan teknologi konstruksi.
  9. Memimpin rapat untuk mengidentifikasi tugas pada proyek dan juga memecahkan permasalahan yang muncul.
  10. Mengawasi anggaran perencanaan.

Secara umum, Manajer BIM memiliki peluang unik untuk memiliki eksposur yang luas dan bervariasi ke semua elemen proses konstruksi.

Setiap hari, Manajer BIM dapat bekerja dengan quantity surveyor, desainer, perencana, dan insinyur untuk membantu manipulasi dan ekstraksi informasi dari model yang kaya data.

Bagaimana Cara Menjadi BIM Manager

Ada beberapa cara untuk dapat menapaki karir sebagai BIM Manager, mulai dari pendidikan formal di universitas, pemagangan, hingga ikut kursus khusus untuk menjadi seorang BIM Manager.

Yang paling sering dan mudah ditemui persyaratan untuk menjadi seorang BIM Manager adalah menempuh pendidikan di Universitas pada jurusan yang relevan seperti Arsitektur, dan Teknik Sipil. Karena pada saat masa studi kita akan diperkenalkan dengan peranti lunak untuk desain seperti CYPE Architecture, CYPE CAD 3D, Archicad, Revit, All Plan, Civil 3D dan lainnya. Setelah merampungkan pendidikan kemudian kita dapat bekerja pada perusahaan sebagai teknisi muda / junior.

Selain menempuh pendidikan formal di Universitas, untuk menjadi seorang BIM Manager juga dapat ditempuh melalui pelatihan yang disediakan oleh berbagai pusat pelatihan / kursus maupun juga disediakan oleh produsen perangkat lunak.

Melalui kursus BIM profesional inilah kita akan diberikan peningkatan kemampuan untuk memenuhi persyaratan dan kemampuan sebagai seorang BIM Manager.

Selain itu dengan pengalaman yang dimiliki pada proyek konstruksi dapat juga menjadi modal tambahan yang cukup berarti untuk menjadi seorang BIM manager, tinggal dilengkapi dengan pelatihan dan lainnya untuk menyempurnakan kemampuan sebagai BIM Manager sebagaimana dipersyaratkan.

Skill / Kemampuan Tambahan untuk Menjadi BIM Manager

Selain skill / kemampuan utama untuk menjadi seorang BIM Manager yang bisa kita dapatkan melalui pendidikan formal maupun non formal / kursus, ada baiknya kita juga melengkapi dengan berbagai keterampilan dan kemampuan ini. yaitu :

  • Kepemimpinan
  • Keteguhan dan ketekunan
  • Inisiatif
  • Komunikasi Verbal yang baik
  • Perhatian terhadap detail
  • Kemampuan dalam pengelolaan bisnis
  • Mengatur waktu dan beban kerja
  • Bersikap fleksibel dan terbuka terhadap perubahan
  • Memiliki pemahaman menyeluruh mengenai sistem komputer dan aplikasi.

Setelah mengetahui apa itu BIM manager, fungsi dan peran serta persyaratan dan juga bagaimana cara untuk menjadi seorang BIM Manager, dalam artikel ini juga dirangkum bagaimana keseharian seorang BIM Manager, dan juga bagaimana interaksi BIM Manager agar semakin memahami bagaimana fungsi dan peranan seorang BIM Manager dalam kehidupan nyata.

Keseharian BIM Manager 

Hari-hari dalam Pengelolaan BIM (BIM Management)

Pengelolaan BIM atau BIM manajerial adalah proses yang memiliki skala interaktif yang cukup tinggi diantara semua pemangku kepentingan dengan variasi dan tugas yang berbeda yang harus diselesaikan dalam aktivitas kesehariannya.

Manajer kami melihat apa saja yang menjadi kebutuhan dari dalam, sesuai dengan kebutuhan dan keperluan untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan data BIM untuk seluruh bagian dari tim proyek yang memiliki disiplin berbeda.

Ini dapat digarisbawahi bagaimana interpersonal skill atau hubungan antar personal, juga bagaimana kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik, begitu pula kemampuan untuk memformulasikan rencana kerja / bisnis yang ringkas, merupakan bagian yang terpenting dan fundamental bagi peran seorang BIM Manager.

Apakah mereka mengaplikasikan hal tersebut ketika melakukan mentoring/pendampingan terhadap staf lain, atau ketika mengerjakan atau berada pada rapat koordinasi sebuah proyek besar.

Seorang Manajer BIM harus mampu dan dapat dengan efektif dan jelas mengekspresikan pandangan keahliannya.

Dalam jangka panjang, BIM manager harus menumbuhkan budaya dialog dan komunikasi. Kemudian, pada tingkat tertentu perlu memberikan dukungan antar sesama(peer to peer). Dengan tujuan untuk meningkatkan serta menyebarkan pengetahuan tentang BIM pada organisasi mereka dan seterusnya.

Ketika kita membicarakan BIM Manager, pada hari ke hari dalam pekerjaan sehari-hari kita dapat membayangkan atau menggambarkan mereka sebagai seorang “Pemadam Kebakaran” yang mencegah dan memadamkan api sebelum api menjadi besar dan tidak terkendali.

Seorang BIM Manager harus selalu dapat mengerjakan multitugas di antara kegiatan yang dilakukan seperti :

  • Rapat koordinasi
  • Berurusan dengan penamaan model
  • Memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan yang diminta
  • Memastikan proyek yang sedang berjalan atau dikerjakan memiliki semua sumber daya yang diperlukan sehingga dapat memenuhi tenggat yang diberikan
  • Memperbaharui dokumentasi
  • Melacak bagaimana deliverables dimanfaatkan
  • Memaksimalkan dan mengoptimalkan hasil-hasil dari BIM
  • dan masih banyak lagi.

Menulis Aturan

Cerita dari seorang yang bernama, Daphné Dureisseix. Dia bekerja sebagai BIM Manager pada dua proyek besar di La Défense – Menara Trinity dan Saint-Gobain – dan sekarang menjadi wakil kepala I-BIM di VINCI Construction France.

Dia mengatakan kepada kami, “Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memasukkan dokumen kontrak dan peraturan konsultasi ke dalam dokumen utama, Aturan BIM. Itu adalah dokumen penting yang akan digunakan semua orang yang terlibat dalam BIM di setiap titik dan fase dalam proyek.”

Dengan kata lain, BIM Manager yang membuat dan menetapkan aturan, kemudian harus diikuti dan dipatuhi oleh setiap orang yang mengerjakan data dan model bersama.

Salah satu keputusan penting pada fase ini adalah perangkat lunak apa yang akan digunakan, yang memungkinkan berbagai disiplin ilmu dapat saling berinteraksi. Akan tetapi, patut diingat tidak semua pemangku kepentingan menggunakan sistem yang sama, bisa jadi sebagian dari mereka menggunakan sistem yang berbeda dengan yang digunakan. Jadi, diperlukan sebuah format pertukaran data netral untuk memastikan interoperabilitas yang tepat – yang penting saat menggunakan BIM.

Aturan BIM yang dibuat juga membahas tingkat detail dalam istilah “geometri”, yaitu tingkat akurasi dalam model. Misalkan, apakah lebih masuk akal untuk membuat model objek tertentu berdasarkan volumenya atau mengikuti spesifikasi yang tepat dari pabrikan/vendors? Untuk mewakili ubin persegi sebagai kotak atau tidak?

Sejalan dengan itu, dokumen tersebut akan menentukan tingkat informasi untuk setiap objek berdasarkan persyaratan proyek. Misalnya apakah model partisi perlu menyertakan informasi tentang ketahanan api, redaman suara, dan pilihan materialnya.

Memimpin Orkestra

Setelah peraturan ditetapkan, peranan BIM Manager berikutnya adalah menjadi konduktor orkestra.
Bagian pekerjaan ini melibatkan spektrum pengetahuan yang cukup komprehensif dan perspektif gambaran besar dari sektor konstruksi.

“Anda berhubungan dengan semua orang yang mengerjakan proyek. Anda harus memastikan bahwa mereka semua memahami keuntungan dari pendekatan ini. Sekitar 80% pekerjaan sebenarnya adalah pendidikan, dan Anda akan menemukan tingkat kematangan yang sangat berbeda di antara kontraktor bersama Anda, jadi Anda harus membuat kelonggaran untuk itu,” lanjut Daphné.

BIM Manager, dengan kata lain, perlu menjaga agar jajaran profesional dan ahli ini menggunakan pendekatan yang berbeda untuk bekerja bersama dengan mulus dan lancar. “Banyak pekerjaan yang melibatkan pemeriksaan model yang akan digunakan semua kontributor.”

Peran penting ini melibatkan pemahaman yang tajam tentang semua proses dan keahlian yang menyatu di tempat kerja. “Saat kami melihat model struktur, misalnya, kami memeriksa dinding bata dan slabs tidak saling bertabrakan.”

Menjaga Gerbang

BIM Manager haruslah orang yang tepat di sepanjang proyek.

“Anda bekerja dengan kepala sintesis/buatan untuk memastikan semua paket pekerjaan konsisten dari sudut pandang teknis dan geometris.”

Peran penjaga gerbang ini mencapai puncaknya saat model akhir disetujui. Untuk melakukan perulangan, serta mengulang perulangan, model terakhir itu harus mengikuti semua aturan BIM yang dibuat di awal proyek.

Di antara proyek satu dengan proyek yang lainya, BIM Manager memiliki pilihan atau option pekerjaan lain untuk selalu membuat mereka sibuk. Misalnya, menyebarkan dan memberikan pengaruh serta memberikan pemahaman dan pengetahuan di dalam perusahaan – yang menjadi penting karena alat dan metode BIM menyebar begitu cepat.

“Anda harus membantu semua orang di ekosistem untuk membangun keterampilan mereka,” jelas Daphné.

Pada titik ini, hanya proyek paling kompleks yang menggunakan sistem BIM. Namun, seiring waktu, sistem ini akan menjangkau bangunan dan proyek konstruksi lain.

Dia kemudian menyimpulkan, “Proyek yang menggunakan BIM telah menghasilkan lebih dari 30% pendapatan. BIM telah menjadi suatu keharusan di semua proyek besar. ” Sumber

Sangat menarik peranan dan pentingnya fungsi seorang BIM Manager dalam sebuah proyek maupun dalam sebuah organisasi perusahaan di dunia konstruksi.

Setelah kita mengetahui apa itu BIM Manager dan segala informasi tentangnya, apakah anda berminat untuk menjadi seorang BIM Manager?
(PAD-1)