6 pertimbangan utama pemanfaatan Digital Twins

6 pertimbangan utama pemanfaatan Digital Twins - archilantis open bim community

6 pertimbangan utama pemanfaatan Digital Twins

Pemanfaatan Digital Twins | Dunia saat ini benar-benar sedang dalam masa transisi, tantangan dan kesempatan meningkat drastis frekuensinya. Owner, klien atau pelanggan semakin menuntut, dan secara sosial harapannya pun semakin meninggi.

Perubahan ini, yang dikombinasikan dengan tingkat inovasi digital yang semakin cepat, mendorong secara signifikan transformasi pada hampir semua sektor usaha – dan dengan skala yang lebih luas, merubah juga strategi banyak organisasi, ditambah dengan pandemi Covid yang masih belum mereda.

Menerapkan Building Information Modeling (BIM) telah menjadi langkah berharga dalam perjalanan transformasi ini. Dengan menggunakan metodologi dan standar BIM untuk secara kolaboratif membuat representasi digital dari aset, organisasi telah membawa konsistensi dan efisiensi baru pada desain, konstruksi, dan operasi mereka.

Akan tetapi BIM bukanlah barang ajaib, yang merupakan teknologi atau aset yang dapat kita terapkan begitu saja untuk memodernisasi operasi dan kemudian kita lupakan. BIM ini adalah sebuah proses, dan kunci kesuksesan dan nilai jangka panjang dalam proses apapun adalah evolusi yang cerdas.

BIM terutama pada saat terjadi perubahan besar di seluruh dunia, telah membuktikan betapa berharganya koneksi antar stakeholder yang berbeda, cross disiplin melalui mekanisme BIM untuk menghantarkan informasi dan juga ide, khususnya pada era pandemi saat ini, ketika pertemuan sosial secara langsung dihindari.

Walau ditujukan untuk menghubungkan fase desain, konstruksi dengan manajemen aset sebuah proyek, seringkali hanya berhenti pada fungsi pemodelan 3D, pada tahap desain dan konstruksi, yang pada akhirnya value atau nilai yang seharusnya dapat ditunjukkan pada setiap fase tidak muncul atau ditunjukkan sepanjang siklus aset tersebut.

Saatnya banyak pihak terutama para leaders untuk terlibat lebih jauh dalam adopsi Digital Twins yang lebih dalam lagi dalam menggunakan data kolaboratif yang menggunakan cara-cara baru dalam menerapkannya pada strategi operasional.

Sebelum berbicara lebih jauh, kita kembali kepada apa itu Digital Twins ?

Digital Twins pertama kali diperkenalkan pada tahun 2003 di University of Michigan oleh Dr. Michael Grieves. Digital twins merupakan sebuah representasi visual (model 3D) dari sebuah produk, proses, maupun layanan.

Lalu, apakah representasi dari Digital Twins adalah BIM itu sendiri? Penulis mengatakan bisa “ya” atau “tidak”. Ya, apabila semua data baik berupa parametrik ataupun informasi tambahan serta berbagai macam proses dan workflow yang sudah disepakati dari BIM itu sudah sesuai dengan kriteria goal BIM yang diinginkan.

Hal itu juga bisa tidak, apabila representasi visual tersebut hanya memberikan info yang minim dan sekedar visualisasi tanpa data apapun.

Jadi bisa dikatakan Digital Twins adalah usaha untuk membuat replika dari sebuah wujud real menjadi digital dengan sifat semirip mungkin dengan kondisi realnya.

Apa keuntungan penerapan dan pemanfaatan Digital Twins?

  1. Mendorong keunggulan operasional dalam era digital
    Proses dan kerangka kerja BIM yang berhasil dapat membantu untuk menetapkan visi proyek yang jelas, yang mendukung hasil bisnis sebelum desain dimulai atau pekerjaan dimulai di lokasi.

    Untuk terus meningkatkan dan menyesuaikan proyek dalam memberikan nilai yang lebih besar kepada semua orang setelah pekerjaan dimulai, ini memerlukan wawasan waktu nyata.

    Inilah di mana Digital Twins menjadi sangat berguna.

    Digital Twins memungkinkan Anda untuk memvisualisasikan, memantau, dan mengoptimalkan aset, proses, dan sumber daya operasional Anda dengan memanfaatkan data langsung. Ini memberikan wawasan penting dan real-time tentang kinerja dan aktivitas.

    Intinya, kembaran digital dapat menjadi output dari proses BIM dan ini juga adalah versi ‘hidup’ dari proyek atau tampilan aset yang dibuat oleh proses BIM – dapat berevolusi dan berubah menggunakan data waktu nyata setelah aset tersebut digunakan.
  1. Menciptakan Loop / putaran tanpa batas dalam melakukan inovasi dan untuk belajar
    Setelah dibuat dan digunakan, digital twins dapat menjadi alat untuk membuat sistem belajar mandiri yang mampu mengoptimalkan segala hal mulai dari konsumsi energi hingga penjadwalan pemeliharaan – memastikan standar BIM terus dijunjung untuk data yang diperbarui dan baru, sekaligus meningkatkan nilai proyek itu sendiri.

    Terutama pada era pandemik saat ini Digital Twins dapat menjadi alat untuk mempelajari karakteristik dan cara baru untuk “berperang” melawan penyebaran Virus Covid 19.

Menggunakan Digital Twins yang diberdayakan oleh sumber data dinamis, ini dapat diartikan bahwa tim penyempurnaan tidak perlu mencari masukan hanya dari tim konstruksi. Mereka memiliki semua wawasan dan informasi yang sama yang tersedia untuk mereka secara langsung.

Pada gilirannya, hal itu menciptakan peluang untuk bertindak lebih cepat dan memberikan perbaikan lebih awal untuk mengurangi dampak biaya dan memaksimalkan nilai serta respon terhadap satu masalah atau lebih. Dan agar pendekatan proyek berbasis data dinamis ini berfungsi, ada sejumlah tantangan dalam data yang harus dipahami dan diatasi oleh setiap orang yang terlibat dalam proses BIM yang dilakukan.

Peningkatan kinerja, kendali terhadap biaya yang sangat besar sehingga menghasilkan efisiensi, dan team yang optimal diberdayakan pada seluruh proyek merupakan bagian dari keuntungan menggunakan BIM dalam menciptakan Digital Twins yang berkembang bisa sangat besar kemungkinannya.

Sebelum kita membuat / menentukan output BIM kemudian menghubungkannya dengan data dinamis, ada 6 pertimbangan utama yang harus dipertimbangkan sebelum membuat BIM output yang terkoneksi dengan sumber data dinamis.

6 pertimbangan utama pemanfaatan Digital Twins

  1. Integritas Data
    Wawasan Anda hanya sebaik data Anda, baik statis maupun dinamis. Jadi, Anda perlu menemukan cara untuk memastikan bahwa data mempertahankan integritasnya – dan dengan cara yang hemat biaya.
  2. Perincian Data
    Demikian pula, tidak semua data yang digabungkan dalam desain relevan untuk penggunaan operasional. Keputusan harus diambil tentang sumber data apa yang perlu disertakan pada tahap desain dan operasional.
  3. Tata Kelola Data
    Interoperabilitas data sangat penting antara berbagai teknologi dalam ekosistem kembar digital. Standar terbuka dan eksklusif serta format pertukaran akan membutuhkan pertimbangan yang cermat untuk memastikan keberhasilan.
  4. Data Legacy
    Proyek Greenfield dapat memberikan manfaat dari kanvas kosong dengan lisensi untuk mengambil mentalitas digital pertama sejak awal. Namun, ketika dihadapkan pada aset dan operasi yang ada, kekurangan data seringkali menjadi masalah.

    Mengambil pendekatan modernisasi yang mengutamakan digital, dengan fokus pada pengembangan data, akan menghasilkan keuntungan dalam keadaan ini.
  5. Faktor Manusia
    Silo dalam organisasi dapat menyebabkan masalah besar. Agar berhasil, Anda perlu mengambil pendekatan berbasis empati yang memungkinkan berbagai tim untuk berkolaborasi dengan mudah, dan bekerja sama untuk memberikan hasil terbaik di setiap tahap siklus hidup proyek.
  6. Demokratisasi Data
    Prioritasnya harus membuat informasi dari digital twins dapat diakses oleh pengguna akhir, tanpa mereka harus menggunakan teknologi IT yang kompleks.

Digital Twins adalah evolusi dan perkembangan dari BIM itu sendiri, dan Digital Twins mampu mengangkat proses BIM untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan dan juga keuntungan kompetitif, tetap bukan sebuah benda ajaib dan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan menjadi bahan pertimbangan.

Demikianlah informasi tentang 6 pertimbangan utama pemanfaatan Digital Twins. Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut tentang Digital Twins maupun implementasi BIM lainnya, silahkan hubungi Archilantis : +6281513322013