4 Manfaat BIM untuk MEP Engineer dan Kontraktor

4 Manfaat BIM untuk MEP engineer dan kontraktor - archilantis - komunitas open bim indonesia

4 Manfaat BIM untuk MEP Engineer dan Kontraktor

Manfaat BIM untuk MEP | Ketika Anda mendengar istilah BIM (Building Information model), Anda akan hanya berpikiran tentang 3D Modelling, yang ternyata itu hanya part kecil dari pengertian BIM dalam arti luas.

Kami coba menjelaskan mengapa membuat desain perencanaan MEP akan membantu dalam menyampaikan maksud dan tujuan konstruksi dan dokumentasi dasar apabila dilakukan dengan metode BIM. Bekerja dengan BIM (Building Information model), berarti engineer MEP mengakses data desain kritis secara langsung dari model arsitektur yang direncanakan.

Data desain ini seperti bisa mencakup berbagai info seperti ketinggian plafond secara real-time dan dinding yang dapat membantu perletakan perangkat listrik dan perlengkapan plumbing pada bangunan, semua pihak dalam team project dapat mengakses model data tersebut secara bersamaan.

Isi dalam model digital yang dihasilkan, mencakup informasi yang dibutuhkan seluruh tim untuk mengambil keputusan selama proses desain serta data yang perlu dibuat oleh perancang konsultan dan sub-kontraktor untuk membangun sebuat project konstruksi.

Pemilik bangunan, owner ataupun landlord akhirnya mendapatkan manfaat dari 3D model yang dihasilkan sehingga memungkinkan mereka membuat fasilitas secara digital untuk siklus maintenance pemeliharaan bangunan yang mereka miliki.

Berikut ini adalah manfaat dari penggunaan BIM untuk MEP Engineer dan Kontraktor :

[toggle title=”3D Model Dan Collision Detection / Clash Detection” state=”open”]

Sesuai judulnya, teknologi BIM memungkinkan pemodelan 3D dan deteksi tabrakan (Clash Detection) dalam sebuah 3D modelling menjadi mudah ditemukan dan efisien.

[/toggle]

[toggle title=”Cangkupan Data Project MEP menjadi lebih baik” state=”close”]

Semua modelling MEP yang dibuat dalam konsep BIM menjadi lebih bermanfaat karena diberikan informasi yang lengkap dan terperinci sesuai dengan tujuan project.

Object dikodekan tidak hanya data dimensi tetapi dengan berbagai atribut lainnya seperti bahan material komponen, data kinerja energi, biaya, supplier dan berbagai data atau informasi lain yang diterapkan dalam 3D model tersebut. Informasi data ini memungkinkan proses desain yang lebih efisien untuk tim MEP.

Sebagai contoh, informasi terperinci dalam model memungkinkan menganalisa perhitungan tertentu yang dapat dilakukan secara otomatis. Perubahan dalam sistem mekanis secara otomatis menyebabkan perubahan pada perangkat listrik terkait dan sistem plumbing, kebutuhan daya dari peralatan mekanis yang dapat ditentukan lebih awal dan dapat dilacak untuk meningkatkan kordinasi lintas disiplin.

Data ini dapat digunakan untuk memperbarui peralatan mekanik dan listrik bersama dengan total kebutuhan listrik gedung menggunakan klasifikasi beban dan dapat mengkalkulasi kebutuhan sesuai dengan total daya yang ada sehingga pemborosan menjadi hilang sama sekali.

[/toggle]

[toggle title=”Proses Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Building Process)” state=”close”]

Hasil produk MEP yang dibuat dalam konsep BIM dapat berkontribusi banyak pada proses pembangunan yang lebih efisien (LEAN) dan menghasilkan dampak lingkungan yang lebih baik dan lebih hijau.

[/toggle]

[toggle title=”Keunggulan dan nilai tambah sebuah hasil project” state=”close”]

Dikarenakan project dilakukan dengan konsep BIM, mereka akan menjadi lebih efektif dan maksimal dalam melaksanakan projectnya. Hal ini sangat menguntungkan dalam Industri AEC saat ini, pengadopsian proses BIM yang terkoordinasi dapat mendorong perusahaan MEP berbeda dari yang lain dan menunjukan kompetensi yang bernilai tinggi untuk menjadi lebih unggul dalam proses industri MEP itu sendiri.

[/toggle]

Apabila masih bingung juga, silahkan tanyakan kepada kami melalui chat di pojok kanan bawah, mungkin kami dapat membantu teman-teman dalam mengadopsi BIM dalam workflow kerja kamu. Jangan lupa baca artikel di bawah ini untuk mempermudah proses workflow BIM pada project MEP kamu.

Baca juga : Plannerly

Bagaimana para MEP Engineer ?… yuk kita nge-BIM
Have a nice BIM all…
(RHBW)